Minggu, 26/05/2019 22:10 WIB
Tokyo, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono meminta agar media asing mengoreksi penulisan nama Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Pasalnya, dalam aturan penulisan nama Jepang, nama keluarga seharusnya didahulukan, alih-alih mengikuti konvensi Barat.
Konsekuensinya, nama PM Jepang tidak lagi ditulis Shinzo Abe, melainkan Abe Shinzo, karena berasal dari keluarga Abe.
Penulisan ini sama halnya dengan nama Presiden China, Xi Jinping yang berasal dari keluarga Xi, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dari keluarga Moon.
Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Tenaga Kerja Indonesia
Basmi Produk KW, Jepang Daftarkan Teh Hijau ke Sistem GI
Memanas, Jepang Usir Kapal China di Perairan Sengketa
Dilansir dari Asian Review, pengumuman ini menurut Menlu Jepang bertujuan untuk mendapatkan daya tarik. Selain itu, Jepang juga akan menjadi tuan rumah KTT G-20, dan Olimpiade Musim Panas 2020.
Dalam sejarahnya, Jepang mengadopsi penulisan nama Barat pada akhirnya abad ke-19 dan awal abad ke-20, karena saat itu Jepang ingin belajar dari Eropa.
Kebiasaan ini makin mengakar pada bisnis global yang berbasis di Jepang, seperti Uniqlo Fast Retailing, Honda Motor, dan Rakuten yang menjadi bahasa Inggris sebagai bahasa resmi pada awal 2010-an.
Keyword : Shinzo Abe Jepang