Minggu, 07/04/2019 06:30 WIB
Las Vegas, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu (7/4), bahwa dia telah membuat keputusan kontroversial untuk mengakui pencaplokan Dataran Tinggi Golan oleh Israel pada 1981, setelah mendapatkan pelajaran sejarah singkat di Las Vegas.
Berbicara pada pertemuan Koalisi Yahudi Republik di Las Vegas, Trump menerangkan ia membuat keputusan cepat selama diskusi dengan penasihat perdamaian Timur Tengahnya, termasuk duta besar AS untuk Israel, David Friedman, dan menantunya Jared Kushner.
"Saya berkata, `Teman-teman, bantu saya. Beri saya sedikit sejarah, cepat. Ingin cepat. Saya punya banyak hal yang saya kerjakan: Cina, Korea Utara. Beri saya penjelasan ringkas," kata Trump.
"Bagaimana Anda menyukai gagasan saya mengenali persis apa yang sedang kita diskusikan?" ucapnya menirukan pembicaraan dalam sesi diskusi.
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
Usai mengambil keputusan, Trump, menyebut Friedman tampak terkejut. Dubes AS itu berkali-kali memastikan apakah presiden benar-benar akan melakukannya.
"Aku pergi. `BING!` Kami membuat keputusan cepat. Dan kami membuat keputusan yang baik," tutur politisi Partai Republik tersebut dikutip dari Reuters pada Minggu (7/4).
Diketahui, Israel merebut Golan dari tangan Suriah dalam perang Timur Tengah 1967, dan mencaploknya pada 1981. Kendati demikian, upaya sepihak itu tidak diakui secara internasional.