Minggu, 17/02/2019 19:53 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Muhammad Hanif Dhakiri menyatakan Indonesia masih sangat kekurangan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi minimal sarjana. Kebanyakan mereka hanya lulusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama serta sangat sedikit yang lulus SMA.
"Negeri ini masih kekurangan angkatan kerja berpendidikan sarjana. Hal itulah yang menjadi persoalan serius dalam dunia ketenagakerjaan yang kita hadapi saat ini," ujar Menteri Hanif.
Hanif menilai kondisi tersebut disebabkan karena kualitas lulusan perguruan tinggi yang masih belum sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Sedang persoalan lainnya juga disebabkan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan latar belakang pendidikan.
"Hal itulah yang merupakan persoalan terbesar yang harus dipecahkan karena pada dasarnya Indonesia bisa memiliki tenaga kerja yang terampil di setiap bidang andai bisa menyelesaikan persoalan tersebut, tambah Politisi PKB.
Ekspedisi Patriot 2026 Difokuskan ke Papua, Kementrans Libatkan 10 Kampus
Komisi X: Pendidikan Tinggi Hak Seluruh Warga, Bukan Privilese
DPR Wajibkan Kampus se-Indonesia Bentuk Satgas Pengaduan Pelecehan
Untuk itu, lanjut Hanif, perguruan tinggi harusnya memiliki orientasi untuk menyesuaikan antara lulusan-lusannya dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga para alumni tak menambah angka pengangguran.
“Perguruan tinggi harus mampu mencetak lulusan-lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, bukan malah hanya fokus pada pengembangan akademik namun minim akan skill,” lanjutnya.