Soal Unicorn, Asri Anas: "Anak Muda Indonesia Bisa Menyaingi Amerika Serikat"

Kamis, 21/02/2019 10:56 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pembahasan `unicorn` kini tiba-tiba menjadi ramai diperbincangkan. Hal itu berkaca dari riuhnya media sosial oleh netizen Indonesia beberapa hari selepas debat capres kedua. Sebagian masyarakat pun bertanya- ranya mengapa Unicorn itu penting diperdebatkan para capres dan apa manfaatnya bagi Indonesia.

Anggota DPD MPR RI Asri Anas yang dimintai keterangannya menjelaskan bahwa Unicorn ini merupakan aset masa depan Indonesia. Dunia tengah memasuki revolusi industri 4.0 dan Indonesia harus mengarah ke era digital ini jika tidak ingin tertinggal lagi.

Unicorn, kata Asri, gelar yang diberikan pada perusahaan rintisan digital atau startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari $1 miliar atau Rp. 14 triliun.  "Valuasi disini ialah nilai atau harga jual dari suatu perusahaan start up,” ujar Caleg DPR Dapil Sulawesi Barat dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Perbandingan misalnya nilai jual perusahaan Gojek itu sekarang 10 kali lipat dibandingkan Garuda Indonesia yang hanya Rp 6 triliun, valuasi Gojek sudah mencapai Rp 75 triliun," ujar Asri.

Asri Anas menjelaskan, pertumbuhan unicorn di Indonesia bisa lebih besar dan cepat, sebab memiliki anak-anak muda yang kreatif. Namun, para anak muda Indonesia harus dibuatkan akademi atau jurusan perusahaan digital di kampus-kampus.

"Lembaga pendidikan ini tidak saja mengajarkan apa itu start-up tapi mementori mahasiswa yang punya ide untuk membuat perusahaan digital," kata Asri merupakan senator asal Sulawesi Barat.

Asri menyakini, anak muda Indonesia bisa menyaingi Amerika Serikat, India dan China jika ekosistemnya dibangun segera. "Saya sudah keliling hampir 50 kampus di Indonesia dan anak-anak muda kita gak kalah cerdas dengan mereka di Silicon Valley atau di China. Anak-anak kita termasuk di Sulawesi Barat juga bisa, jika ekosistemnya misal kampus bidang start-up itu ditumbuhkan," kata senator termuda ini.

Senator terbaik 2017 ini pun berharap pemerintah tidak berhenti mencarikan wadah serta pendanaan bagi start up potensial jika ada yang akan tumbuh bahkan ketika masih berupa ide menarik di bidang teknologi digital.

Hingga saat ini lanjut Asri ada empat startup asal Indonesia yang telah berstaus unicorn. Pertama, Tokopedia dengan valuasi Rp 98 triliun. Kedua, Go-jek dengan valuasi sekitar Rp 75 triliun. Ketiga, Traveloka dengan valuasi  Rp 28 triliun dan keempat, Bukalapak dengan valuasi Rp 14 triliun.

TERKINI
Anak Buah Arne Slot Bakal Menyusul Gabung Liverpool Unggah Foto Dirinya Menangis, Instagram Justin Bieber Diserbu Penggemar Mitsubishi Fuso Dukung Jambore Canter Mania di Jambi Gara-gara Masalah Pita Suara, Jon Bon Jovi Anggap Shania Twain Adiknya