Rabu, 20/02/2019 22:11 WIB
Teheran, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, menyebut Amerika Serikat (AS) tidak peduli terhadap hak asasi manusia (HAM) dan program nuklir.
Hal itusampaikan Zarif lewat akun Twitternya menanggapi lemahnya AS dalam menangani kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dan penjualan secara ilegal Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir ke Saudi, Rabu (20/2).
Hari demi hari menjadi lebih jelas bagi dunia apa yang selalu jelas bagi kami: hak asasi manusia (AS) maupun program nuklir tidak menjadi perhatian AS," tulis Zarif.
"Mula-mula seorang jurnalis yang dimutilasi; penjualan ilegal teknologi nuklir ke Arab Saudi kini semuanya menjadi jelas #Hypocrisy," tambahnya.
Taiwan Pilih Kalem jelang Kunjungan Trump ke China
Trump Ancam "Ledakkan" Pihak Mana Pun yang Dekati Cadangan Uranium Iran
Inilah 6 Poin yang Jadi Kendala dalam Negosiasi Iran dan AS
Kongres AS menyebut, upaya menjual teknologi nuklir ke Arab Saudi adalah melanggae perlindungan terhadap transfer teknologi.
Sementara itu, para analis khawatir, transfer teknologi nuklir itu dapat membuka jalan untuk memproduksi senjata nuklir di kerajaan Arab Saudi dan Timur Tengah.