Kemendikdasmen Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Revitalisasi 938 SMK hingga SLB

Selasa, 12/05/2026 20:48 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2.268.429.889.000 untuk program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menyasar total 938 SMK, SLB, dan PKBM pada tahun ini.

Jumlah tersebut terdiri dari 635 SMK dengan nominal Rp1,8 triliun, 238 sekolah luar biasa (SLB) sebesar Rp287.153.188.000, 60 sanggar kegiatan belajar (SKB) senilai Rp82.876.701.000, dan pembangunan lima unit sekolah baru untuk SLB sebesar Rp25.150.000.000.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bukan hanya pembangunan maupun renovasi gedung semata, melainkan membangun ekosistem pendidikan agar terjadi transformasi pendidikan.

"Yang kita perkuat untuk pendidikan vokasional, ini adalah memastikan ruang praktik yang memadai. Ini penting kita bangun lebih dari 7.500-an ruang praktik. Agar bisa memastikan apa yang dipelajari betul-betul menjadi hasil projek pembelajaran dan karya siswa-siswi kita," kata Dirjen Tatang dalam dialog media di Jakarta pada Selasa (12/5).

Revitalisasi di sekolah vokasi dan sekolah khusus, lanjut Dirjen Tatang, juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas satuan pendidikan. Terutama sekolah-sekolah yang berada di daerah pinggiran, dan kerap luput dari perhatian pemerintah.

"Di Garut ada 3.000 siswa untuk SMK. Untuk Jumat-an saja mereka bisa tiga masjid. Karena kan di Jawa Barat itu kan sekolah negeri diperluas. Ini tentu akan mengurangi efektivitas karena ruang belajarnya terbatas," ujar dia.

"Dengan revitalisasi yang dibangun sendiri, ada rasa memiliki. Untuk memastikan baru beberapa bulan dipakai malah tampias, nanti kan bisa diperbaiki sendiri," dia menambahkan.

Sejak bergulir tahun lalu, menurut Tatang program ini memberikan hasil positif. Tak jarang sekolah yang mendapatkan alokasi anggaran revitalisasi, berhasil membangun melampaui proposal yang diajukan sebelumnya.

"Karena ini swakelola, dikelola masyarakat sekitar, yang kerja juga masyarakat sekitar. Menariknya, saya belum menemukan di RAB minta tiga ruang kelas jadi enam. Di swasta hal ini terjadi. Diminta tiga, tapi pas dikunjungi jadi enam," kata dia.

Menurut data Kemendikdasmen, pemerintah menyalurkan Rp2,6 triliun pada 2025 untuk revitalisasi 1.465 SMK. Anggaran ini mencakup pembangunan 7.586 bangunan, dengan rincian 4.722 bangunan baru, 1.267 rehab berat, dan 1.697 rehab sedang.

TERKINI
4 Anak Tewas dan Terluka Setiap Hari di Lebanon Sejak Gencatan Senjata Bank Dunia Peringatkan Pertumbuhan Ekonomi Pasifik Melambat 2,6 Persen Kepala Perpusnas: Banyak Perpustakaan Jadi Tempat Jin Beranak-Pinak ISIS Klaim Serangan Mematikan terhadap Tentara Suriah di Hasakah