Selasa, 12/05/2026 21:41 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Save the Children menyatakan bahwa rata-rata empat anak terbunuh atau terluka setiap harinya di seluruh Lebanon sejak gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diberlakukan bulan lalu.
Mengutip data dari Kementerian Kesehatan Lebanon, kelompok tersebut mengatakan total 22 anak tewas dan 89 lainnya luka-luka sejak 17 April.
Hal ini membuat jumlah total anak yang tewas dalam serangan Israel sejak awal Maret mencapai hampir 200 orang.
"Apa yang disebut gencatan senjata ini—yang kenyataannya masih menyebabkan lebih dari empat anak terbunuh atau terluka setiap hari—bukanlah sebuah gencatan senjata bagi anak-anak," ujar Nora Ingdal, Direktur Save the Children untuk Lebanon.
Hizbullah Ogah Masukkan Klausul Senjata dalam Perundingan Lebanon-Israel
Putin Beri Sinyal Bakal Akhiri Perang di Ukraina
Israel Perluas Peringatan Evakuasi di Lebanon selama Gencatan Senjata
"Serangan terhadap warga sipil belum berhenti; serangan itu terus berlanjut hanya dengan nama yang berbeda. Rekan-rekan memberi tahu saya bahwa serangan udara di beberapa daerah terasa lebih intens daripada sebelumnya. Anak-anak tidak akan aman sampai ada gencatan senjata permanen dan definitif tanpa adanya pelanggaran." dia menambahkan.
Meskipun gencatan senjata secara teknis masih berlaku di bawah pengawasan Amerika Serikat, intensitas serangan di lapangan menunjukkan situasi yang sangat rapuh, terutama dengan adanya aksi balasan dari Hizbullah yang meluncurkan drone ke pangkalan militer Israel di hari yang sama.