Selasa, 19/02/2019 22:11 WIB
Jenewa, Jurnas.com – Sekitar 200 keluarga terperangkan di kawasan yang dikuasai kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Suriah.
Bagi yang mencoba melarikan diri, menurut Ketua Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet, militer ISIS tidak segan-segan menghentikan mereka dengan senjata api.
“Banyak di antara mereka juga terus menjadi sasaran serangan udara dan darat yang diintensifkan oleh pasukan koalisi pimpinan AS dan sekutu SDF mereka di darat,” ujar Bachelet dalam sebuah pernyataan pada Selasa (19/2).
Dikutip dari Reuters, Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung oleh AS menyerang ISIS, dengan dalih memiliki kewajiban di bawah hukum internasional.
Menghasut Lewat Dakwah, Mufti Agung Suriah Era Assad Diadili
Suriah Tangkap Otak di Balik Senjata Kimia era Bashar Assad
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Kewajiban tersebut ialah mengambil semua tindakan pencegahan, guna melindungi warga sipil yang berbaur dengan pejuang asing.
Demikian keterangan juru bicara Hak Asasi Manusia PBB Repert Colville dalam sebuah pernyataan.
Keyword : Teroris ISISSuriah