Perdana Menteri Pakistan Mulai Reformasi Menyakitkan

Senin, 11/02/2019 08:30 WIB

Pakistan, Jurnas.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengatakan, bangsanya membutuhkan reformasi ekonomi besar-besaran untuk menekan utang-utangnya.

Itu disampaikan setelah bertemu dengan kepala Dana Moneter Internasional (IMF), di KTT Pemerintah Dunia di Dubai pada Minggu (10/2)

Khan mengatakan, pemerintahnya menghadapi defisit fiskal besar-besaran saat mulai menjabat pada 2018 dan sedang berupaya untuk memangkasnya.

"Saya ulangi reformasi itu menyakitkan ... Ini seperti operasi. Ketika Anda melakukan operasi untuk sementara waktu, pasien menderita, tetapi itu membaik," kata Khan.

"Hal terburuk yang dapat terjadi pada masyarakat adalah Anda terus menunda reformasi karena takut Anda akan mendapat oposisi, kepentingan terselubung berdiri dan Anda tidak melakukan reformasi," sambungnya.

Sebelum naik menyampaikan pidatonya itu, Khan bertemu dengan kepala IMF Christine Lagarde.

TERKINI
Ketua DPR: RUU Pemilu Masih Dibicarakan Ketua-ketua Parpol Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional Ranny Fahd Arafiq Diganjar Srikandi Milenial Inspiratif di KWP Awards 2026