Senin, 11/02/2019 08:30 WIB
Pakistan, Jurnas.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, mengatakan, bangsanya membutuhkan reformasi ekonomi besar-besaran untuk menekan utang-utangnya.
Itu disampaikan setelah bertemu dengan kepala Dana Moneter Internasional (IMF), di KTT Pemerintah Dunia di Dubai pada Minggu (10/2)
Khan mengatakan, pemerintahnya menghadapi defisit fiskal besar-besaran saat mulai menjabat pada 2018 dan sedang berupaya untuk memangkasnya.
"Saya ulangi reformasi itu menyakitkan ... Ini seperti operasi. Ketika Anda melakukan operasi untuk sementara waktu, pasien menderita, tetapi itu membaik," kata Khan.
16 Orang Tewas Akibat Serangan Teroris di Dekat Kantor Polisi
Pakistan Kecam Upaya Serangan Drone Dekat Makkah, Serukan Dialog
Tambang Batubara Meledak di Pakistan, 34 Pekerja Tewas
"Hal terburuk yang dapat terjadi pada masyarakat adalah Anda terus menunda reformasi karena takut Anda akan mendapat oposisi, kepentingan terselubung berdiri dan Anda tidak melakukan reformasi," sambungnya.
Sebelum naik menyampaikan pidatonya itu, Khan bertemu dengan kepala IMF Christine Lagarde.
Keyword : PakistanReformasi Ekonomi