Kamis, 07/02/2019 12:02 WIB
Bagdad, Jurnas.com - Akademisi terkemuka Irak, Ayatollah Ali al-Sistani mengecama pernyataan Presiiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengatakan pasukan AS harus tinggal tetap tinggal di Irak untuk mengawasi tetangga Iran.
Sistani mengatakan, Irak bercita-cita untuk memiliki hubungan yang baik dan seimbang dengan semua tetangganya berdasarkan pada kepentingan bersama dan tanpa intervensi dalam urusan internal.
"Irak menolak menjadi tempat untuk merugikan negara lain," katanya dalam pertemuan dengan utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Irak Jeanine Hennis-Plasschaert di pangkalan pemimpin Muslim di Najaf.
Baik presiden dan perdana menteri Irak membalas pernyataan Trump kepada media AS minggu ini yang menyatakan pasukan Amerika harus tetap berada di pangkalan di Irak agara Washington dapat "mengawasi Iran".
Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya
Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS
Komentar itu membuat marah politisi Irak dan faksi-faksi yang didukung Iran dan semakin menambah kekhawatiran di Irak tentang niat jangka panjang Amerika Serikat, terutama setelah menarik pasukannya dari Suriah.