AS Disebut Campuri Urusan Politik Venezuela

Jum'at, 25/01/2019 03:20 WIB

Ankara - Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan, Amerika Serikat (AS) berulang kali ikut campur dalam politik internal Venezuela.

"AS dan beberapa negara Amerika Latin telah berulang kali ikut campur tangan dalam urusan internal Venezuela," kata Cavusoglu dalam sebuah wawancara dengan saluran berita A Haber, Kamis (24/1) waktu setempat.

Rabu sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara negara itu. Langkah ini menyebabkan peningkatan paling signifikan dalam perseteruan yang sedang berlangsung antara Trump dan Maduro.

Dilansir dari Anadolu, Cavusoglu mengatakan, sangat aneh jika pemimpin Majelis Nasional Venezuela mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara negara tersebut memiliki presiden terpilih.

Maduro mengecam keputusan itu dan mengumumkan bahwa negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan AS, memberikan waktu 72 jam bagi para diplomatnya untuk meninggalkan negara itu.

Brazil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya.

Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama dan Paraguay mengikuti jejaknya sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.

Maduro telah berulang kali mengecam AS, dengan mengatakan bahwa Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahannya di tengah kampanye sanksi yang luas.

Venezuela diguncang oleh sejumlah aksi protes sejak 10 Januari, ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan solidaritas untuk Maduro pada Kamis pagi setelah AS mengakui Guaido sebagai presiden sementara.


TERKINI
Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK DPR RI Siap Bahas Revisi UU Pemilu Komisi XI dan Pemerintah Sepakat RUU P2SK Siap Dibawa ke Paripurna KPK Juga Tangkap Plt Dirjen Imigrasi dan Kakanwil Jabar