Presiden Prancis Kritik Keputusan Trump Tarik Militer AS di Suriah

Senin, 24/12/2018 12:45 WIB

Paris - Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengkritik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menarik pasukannya dari Suriah.

"Saya sangat menyesali keputusan yang dibuat di Suriah," kata Macron dalam konferensi pers dengan Presiden Chad, Idriss Deby di ibu kota Djamena, Minggu (23/12).

"Sekutu harus dapat diandalkan, untuk berkoordinasi dengan sekutu lainnya," kata Macron. `` Menjadi sekutu berarti bertarung bahu-membahu," sambungnya.

Dilansir dari Anadolu, Macron juga memuji Menteri Pertahanan AS, James Mattis, yang mengundurkan diri setelah keputusan penarikan Donald Trump.

Trump telah mengumumkan rencana Rabu lalu untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah setelah panggilan telepon dengan Erdogan pada 14 Oktober,  kedua pemimpin sepakat tentang perlunya koordinasi yang lebih efektif di negara yang dilanda perang.

AS memulai kampanye udara di Suriah pada 2014, mengerahkan pasukan ke negara itu untuk membantu dalam pertempuran anti-Daesh (Islamic State Iraq and Syria,Red) bersama mitra lokal tahun lalu.

Disebutkan pasukan AS akan meninggalkan Suriah dalam 60 hingga 100 hari. Penarikan itu dilakukan menjelang kemungkinan operasi militer Turki di timur laut Suriah terhadap kelompok teroris YPG/PKK.

Sejak 2016, Ankara telah melakukan dua operasi militer serupa di Suriah utara.

TERKINI
Terinspirasi Lagu Taylor Swift di TTPD, Charlie Puth Segera Rilis Single `Hero` Tak Mau Punya Anak, Sofia Vergara Lebih Siap Jadi Nenek Raih Nominasi Aktor Terbaik di La La Land, Ryan Gosling Akui Sebuah Penyesalan Gigi Hadid Beri Bocoran Double Date dengan Taylor Swift dan Travis Kelce