Selasa, 23/10/2018 11:48 WIB
Washington - Central Intelligence Agenci (CIA), menolak berkomentar panjangan perihal kunjungan Direktur Gina Haspel ke Turki menjelang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bersiap mengumumkan temuan awal penyelidikan Ankara, Selasa malam (23/10).
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Washintong memiliki pejabat intelijennya di Turki dan Arab Saudi untuk mengumpulkan fakta-fakta seputar tewasnya Khashoggi.
Setelah menyangkal tentang keberadaan Khashoggi selama dua minggu, Arab Saudi pada pekan lalu mengatakan dia terbunuh dalam sebuah perkelahian di dalam konsulat istanbul.
Tubuhnya belum ditemukan, dan Arab Saudi juga tidak menjelaskan tentang apa yang terjadi. Trump mengatakan tidak puas dengan penjelasan Arab Saudi terkait kamatian Khashoggi.
Iran Siapkan Zona Maritim Terbatas di Luar Selat Hormuz
IRGC Klaim Rudal Iran Hantam Kapal Induk dan Kapal Perang AS
Korea Selatan Dilaporkan Bersiap Kerahkan Militer ke Selat Hormuz, Ada Apa?
Khashoggi terakhir terlihat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Pada hari kejadian, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat Khashoggi masih di dalam. Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.
Tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus tersebut pada Kamis lalu setelah mencari tempat tinggal konsul jendral Saudi serta konsulat Saudi di Istanbul.
Keyword : Arab Saudi Turki Jamal Khashoggi Amerika Serikat