Soal Politik Impor Beras, Komisi IV: Urusan Bulog dan Pemerintah

Kamis, 20/09/2018 11:50 WIB

Jakarta - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Andi Akmal Pasluddin tak terlalu menanggapi isu politik di balik impor beras di tengah stok dalam negeri meninggakat.

"Itu menjadi urusan Bulog dan Pemerintah," kata Andi Akmal singkat kepada jurnas.com melalui WhatsApp (WA), Kamis (20/9).

Namun, politisi dari partai PKS itu mengatakan, Komisi IV sudah sepakat dengan Direktur Perum Bulog, Budi Waseso bahwa impor beras tidak butuhkan jika stok beras cukup.

"Kami dukung langkah Pak Buwas untuk menolok impor karena stok cukup bahkan gudang Bulog penuh dan bahkan harus menyewa gudang TNI," jelas Akmal kepada jurnas.com melalui pesan singkat, Kamis (20/9).

Sebelumnya, Dirut Perum Bulog dalam sidak ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan Pasar Kramat Jati, Jakarta, Jumat (14/8), mengatakan, beras di Bulog yang belum sersentuh sekira 2,4 juta ton.

"Rill gudang kita mampu 2,2 juta ton. Sebenarnya ada 3 juta ton. Tapi, beberapa ada yang harus diperbaiki sehingga kurang lebih ada 500 ribu ton yang harus kita simpan di luar gudang bulog," terang Buwas.

"Sewa gudang bahkan minjam gudang TNI. Bisa kalian tanyakan kalau nggak percaya," sambungnya.

 

 

 

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung