Sabtu, 15/09/2018 22:20 WIB
Jakarta - Pesawat-pesawat tempur Israel membom posisi Hamas di timur Jalur Gaza pada Sabtu (15/09). Pesawat-pesawat Israel tersebut menargetkan titik pengamatan yang berafiliasi dengan Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata gerakan perlawanan Hamas, yang telah memerintah Jalur Gaza sejak 2007.
Dalam insiden penyerangan tersebut belum ada informasi tentang korban jiwa.
Namun sebelumnya, setidaknya tiga warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dan 80 lainnya, termasuk 18 anak-anak, terluka pada Jumat oleh tentara Israel di dekat zona penyangga Gaza-Israel.
Pada Jumat, warga Palestina berkumpul di daerah perbatasan untuk mengambil bagian dalam demonstrasi mingguan melawan pendudukan Israel selama puluhan tahun.
Warga Israel Berbondong-bondong Bikin Pemukiman di Tepi Barat
Presiden Lebanon Ogah Kompromi dengan Israel Terkait Kedaulatan
Israel Bangun 12.000 Unit Rumah Baru di Tepi Barat, Ini Respons Hamas
Sejak demonstrasi dimulai 30 Maret, sejumlah warga Palestina telah menjadi martir - dan ribuan lainnya terluka - oleh pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang sisi lain dari zona penyangga.
Para pengunjuk rasa menuntut "hak untuk kembali" ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.
Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 11 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong itu dan merampas lebih dari 2 juta penduduk dari banyak barang kebutuhan pokok. (AA)