Iran Mampu Lumpuhkan Sanksi AS, Ini Syaratnya

Jum'at, 17/08/2018 19:33 WIB

Tehran - Iran sebagai negara dengan sumber energi besar cukup kuat melawan sanksi sepihak Amerika Serikat (AS). Demikian seorang ulama senior, Mohammad-Hassan Aboutorabi Fard.

"Iran memiliki kekuatan yang cukup besar untuk menghapus pembatasan saat ini, jika keputusan yang tepat diadopsi oleh para pejabat," kata  Aboutorabi Fard, dilansir IRNA, Jumat (17/8).

Ia mengatakan, jika Iran mengubah minyak mentah menjadi produk yang lebih berguna, ia dapat dengan mudah menghindari sanksi musuhnya, terutama Gedung Putih.

"Iran memiliki kapasitas besar untuk membangun kekayaan dengan mengekspor komoditas yang dihasilkan dari minyak mentah," tambah ulama itu, sembari menyoroti sumber energi besar Iran dan pabrik petrokimia.

Berbeda dengan negara-negara tetangga tertentu yang mengalami gejolak mata uang, Republik Islam Iran hanya memiliki 11 miliar dolar utang luar negeri yang tidak cukup besar untuk sebuah negara yang terdaftar di antara 20 negara ekonomi dunia.

Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran dan pada 8 Mei mengumumkan bahwa Washington akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan memberlakukan kembali sanksi terkait nuklir terhadap negara itu.

Sementara sebagian besar kekuatan dunia, termasuk Rusia, Cina, dan Uni Eropa, berulang kali menekankan bahwa menjaga kesepakatan itu demi kepentingan perdamaian dan keamanan dunia.

TERKINI
Perang Epik Rebutan Kilang Anggur, Brad Pitt dan Angelina Jolie Saling Menuduh Milla Jovovich Ungkap Dirinya Pernah Jadi Baby Sitter Anak-anak Bruce Willis dan Demi Moore Akhirnya Britney Spears Benar-benar Bebas dari Ayahnya Setelah Konservatori Usai 2 Tahun Lalu Scarlett Johansson Dampingi Suaminya Colin Jost Jadi Penghibur di Gedung Putih