Ini Alasan Jokowi Pilih Ma`ruf Amin jadi Cawapres

Kamis, 09/08/2018 19:27 WIB

Jakarta - Presiden Jokowi resmi menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma`ruf Amin sebagai calon wakil presiden (Cawapres) untuk Pilpres 2019. Apa alasan Presiden Jokowi memilih Ma`ruf Amin sebagai cawapres?

Jokowi mengatakan, Ma`ruf Amin sebagai tokoh agama sekaligus ulama yang bijak. Hal itu menjadi alasan penunjukkan Ma`ruf sebagai cawapres pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Jokowi sedikit memberi penjelasan untuk menjawab pertanyaan dari masyarakat luas terkait penunjukkan Ma`ruf Amin sebagai cawapres untuk Pilpres 2019.

"Profesor Ma`ruf Amin Lahir di Tangerang 1943 adalah sebagai tokoh utuh agama yang bijak sana, Beliau mantan anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, Rois Aam NU, Ketua MUI, Watimpres," kata Jokowi, saat jumpa pers, di Kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (9/8).

Selain itu, kata Jokowi, Ma`ruf Amin juga dinilai sebagai pemersatu antara umat beragama serta menjunjung tinggi kebhinekaan.

"Dalam kaitannya Kebhinekaan Profesor Ma`ruf Amin juga duduk sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi," terangnya.

Untuk memenuhi persyarakat pendaftaran pasnagan capres-cawapres kepada Jokowi-Ma`ruf Amin, seluruh partai koalisi telah menandatangi surat dukungan.

"Sembilan partai Koalisi Kerja telah menandatangani persetujuan sebagai syarat pendaftaran capres-cawapres ke KPU," kata Jokowi.

Dikettahui, Presiden Jokowi resmi menunjuk Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma`ruf Amin sebagai calon wakil presiden (Cawapres) untuk Pilpres 2019.

Jokowi mengatakan, keputusan itu berdasarkan masukan dari sejumlah pimpinan partai pendukung, elemen masyarakat, dan seluruh relawan yang ada di tanah air.

"Setelah melalui perenungan yang mendalam dan mempertimbangkan dari masukan elemen masyarakat, maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi Indonesia kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai Wapres periode 2019-2024 adalah Profesor Ma`ruf Amin," kata Jokowi, dalam jumpa pers, di Kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (9/8).

TERKINI
KPK Hibahkan 13 Aset Senilai Rp3,6 Miliar ke Pemkab Indragiri Hulu Skor TKA Jadi Penentu Jalur Prestasi di SPMB 2026 KPK Panggil Direktur PT Yes Mulia Pratama Terkait Korupsi DJKA Ketua BURT: Sinergi DPR dan Media Kunci Kawal Aspirasi Rakyat