Rabu, 25/07/2018 22:19 WIB
London - Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan Selasa (24/7) kemarin, akan mengambil alih negosiasi Brexit dengan Uni Eropa, sebelum Inggris meninggalkan blok pada Maret lalu.
Secara keseluruhan, tanggung jawab negosiasi dipusatkan ke Kantor Kabinet, kementerian yang mendukung May dan di mana penasihat Brexit utama, Olly Robbins berada.
Kementerian yang dipimpin oleh Sekretaris Brexit Dominic Raab tersebut akan fokus pada persiapan domestik untuk Brexit, termasuk risiko mencapai tidak ada kesepakatan.
"Saya akan memimpin negosiasi dengan Uni Eropa, dengan Menteri Luar Negeri untuk Keluar dari Uni Eropa juga mewakili saya," kata May dalam sebuah pernyataan kepada parlemen.
City Boyong 7 Staf Pelath untuk Temani Enzo Maresca
Warga Inggris Anggap Orang Islam Tak Bisa Berbaur
Uni Eropa Larang Maskapai Melintas di Atas Iran hingga 31 Agustus
Raab, yang baru mengambil alih pada 9 Juli setelah pendahulunya David Davis keluar, sebagai protes atas rencana May untuk memulihkan hubungan ekonomi dengan Uni Eropa, membantah bahwa ia telah diturunkan jabatannya.
Raab mengatakan kepada komite anggota parlemen bahwa pernyataan May hanya menegaskan bahwa ada "satu tim, satu rantai komando".
Tapi Jenny Chapman, juru bicara partai oposisi Partai Buruh, mengatakan bahwa Raab "telah dipihak PM bahkan sebelum memiliki kesempatan untuk mendapatkan kakinya di bawah meja."