Selasa, 05/06/2018 18:50 WIB
Suriah - Ratusan warga sipil tewas dalam serangan militer koalisi pimpinan Amerika Serikat kala menyingkirkan kelompok Islamic Stete Iraq and Syria (ISIS) dari ibukota swadanya di Suriah tahun lalu.
Amnesty International pada Selasa, mengatakan, 122 warga sipi yang terdiri dari empat kepala rumah tangga di Raqqa diwawancarai, menyaksikan koalisi AS selama empat bulan dan Pasukan Demokrat Suriah yang didukung Kurdi ( SDF) dari 6 Juni hingga 12 Oktober 2017 melancarkan serangan terus-menerus ke wilayah tersebut.
"Ketika begitu banyak warga sipil tewas dalam serangan demi serangan, sesuatu itu jelas salah. Tragedi kian memburu karena beberapa bulan kemudian insiden-insiden itu belum diselidiki," kata Donatella Rovera, Penasihat Penanggulangan Krisis Senior di Amnesty International.
"Para korban harus mendapatkan keadilan," tambahnya.
Cedera Kronis, De Ligt Terancam Absen hingga Akhir Musim
Bernardo Silva Resmi Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini
Big Match Manchester City vs Arsenal Panaskan Pekan ke-33 Liga Inggris