Kamis, 17/05/2018 16:01 WIB
Jakarta - Pimpinan Hamas di Jalur Gaza bertekad akan mengerahkan pasukan militer untuk melawan Israel jika blokade di Gaza berlangsung terus-menerus.
Yahya al-Senwar mengatakan unjuk rasa damai sejak 30 Maret yang diikuti warga Palestina untuk menentang pendudukan Israel - telah menempatkan kembali Palestina menjadi sorotan dunia.
"Baru-baru ini kami telah mengirimkan pesan yang cukup jelas ke Israel bahwa kami tidak akan segan menggunakan kekuatan militer jika blokade Gaza [sejak 2007] terus berlangsung," tegas dia.
Hamas dan faksi-faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza berupaya untuk berunjuk rasa dengan damai, dan jika keadaan membutuhkan opsi militer, maka hal itu akan terjadi.
Lembaga HAM Israel Beberkan Lokasi Penahanan Jurnalis Indonesia
Legislator PDIP Kecam Penangkapan WNI Misi Kemanusiaan Gaza oleh Israel
Menlu Sugiono Kesulitan Cari Info WNI yang Ditahan Israel
"Situasi strategis seputar masalah Palestina sangatlah rumit, terutama dengan pemerintah Amerika Serikat yang sepenuhnya menyetujui Zionis, dan menganggap perlawanan rakyat sebagai terorisme," tambah al-Senwar.
Dia menekankan bahwa Great March of Return "juga telah mencapai banyak tujuan, salah satunya yaitu menempatkan masalah embargo di meja diskusi badan-badan internasional". (AA)