Kamis, 17/05/2018 08:30 WIB
Ankara - Pemerintah Israel dan Mesir dituding telah mencegah pesawat Turki melakukan evakuasi terhadap demonstran Palestina yang terluka di Jalur Gaza.
Demikian pernyataan Wakil Perdana Menteri Turki Recep Akdag saat melakukan kunjungan resmi ke Siprus, dengan membawa laporan bahwa pesawat Turki yang membawa bala bantuan tak diizinkan mendarat.
Akdag menegaskan bahwa evakuasi korban militer Palestina di Jalur Gaza ke Turki merupakan titah Presiden Turki Recep Tayip Erdogan dan Perdana Menteri Binali Yildrim.
"Staf Departemen Kesehatan sudah siap menunggu izin. Namun, pemerintah Israel dan Mesir belum mengizinkan pesawat kami mendarat sejauh ini. Kementerian Luar Negeri Turki berusaha menyesaikan masalah ini," kata Akdag dilansir dari Memo.
Warga Israel Serang Warga Palestina di Tepi Barat
Lebanon Laporkan 2.969 Orang Tewas Akibat Serangan Israel Sejak Maret
Hamas Konfirmasi Kematian Panglima Militer Izz al-Din al-Haddad oleh Israel
"Kami mengajak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan meminta dukungan mereka, seperti yang mereka lakukan pada 2014 silam," imbuhnya.
Sementara dilansir dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Turki sudah meminta konsul Israel yang berada di Ankara angkat kaki dari negara tersebut. Langkah itu diambil sebagai tanggapan atas pengusiran Israel atas Konsul Turki di Yerusalem beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, alasan pengusiran itu karena Turki terang-terangan mengkritik upaya militer Israel di perbatasan Gaza.
"Erdogan adalah pendukung besar Hamas. Dia memahami terorisme dan pembantaian denngan baik, dan dia seharusnya tidak mengajarkan moralitas kepada Israel," ujar Netanyahu.
Selain pengusiran Konsul Turki di Yerusalem, Menteri Pertanian Israel diketahui juga menunda impor sayuran dari Turki, sebagai dampak atas pengusiran balasan Turki terhadap Konsul Israel di Ankara.