Israel dan Mesir Dituding Halangi Evakuasi Demonstran Palestina

Kamis, 17/05/2018 08:30 WIB

Ankara - Pemerintah Israel dan Mesir dituding telah mencegah pesawat Turki melakukan evakuasi terhadap demonstran Palestina yang terluka di Jalur Gaza.

Demikian pernyataan Wakil Perdana Menteri Turki Recep Akdag saat melakukan kunjungan resmi ke Siprus, dengan membawa laporan bahwa pesawat Turki yang membawa bala bantuan tak diizinkan mendarat.

Akdag menegaskan bahwa evakuasi korban militer Palestina di Jalur Gaza ke Turki merupakan titah Presiden Turki Recep Tayip Erdogan dan Perdana Menteri Binali Yildrim.

"Staf Departemen Kesehatan sudah siap menunggu izin. Namun, pemerintah Israel dan Mesir belum mengizinkan pesawat kami mendarat sejauh ini. Kementerian Luar Negeri Turki berusaha menyesaikan masalah ini," kata Akdag dilansir dari Memo.

"Kami mengajak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan meminta dukungan mereka, seperti yang mereka lakukan pada 2014 silam," imbuhnya.

Sementara dilansir dari Al Jazeera, Kementerian Luar Negeri Turki sudah meminta konsul Israel yang berada di Ankara angkat kaki dari negara tersebut. Langkah itu diambil sebagai tanggapan atas pengusiran Israel atas Konsul Turki di Yerusalem beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, alasan pengusiran itu karena Turki terang-terangan mengkritik upaya militer Israel di perbatasan Gaza.

"Erdogan adalah pendukung besar Hamas. Dia memahami terorisme dan pembantaian denngan baik, dan dia seharusnya tidak mengajarkan moralitas kepada Israel," ujar Netanyahu.

Selain pengusiran Konsul Turki di Yerusalem, Menteri Pertanian Israel diketahui juga menunda impor sayuran dari Turki, sebagai dampak atas pengusiran balasan Turki terhadap Konsul Israel di Ankara.

TERKINI
Zulhijah atau Dzulhijjah, Mana yang Benar? Ini Penjelasannya Lima Museum Tertua di Dunia, Ada yang Berdiri Sejak Ribuan Tahun Lalu Peringatan Hari Museum Internasional Setiap 18 Mei, Ini Sejarahnya 18 Mei 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini