Rabu, 16/05/2018 10:21 WIB
Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela militernya saat diketahui menggunakan kekerasan, dalam merespon aksi protes rakyat Palestina di sepanjang Jalur Gaza.
Dalam sebuah wawancara, Netanyahu menyebut demonstran Palestina dalam aksi tersebut cuma massa bayaran dari kelompok Hamas, yang bertekad ingin menyerang Israel.
"Hamas mendorong orang-orang untuk menghancurkan Israel. Mereka (Hamas, Red) membayar orang-orang ini. Jadi, ini bukan demonstrasi yang damai," kata Trump dilansir dari CBS News.
Netanyahu juga menilai, Hamas terkesan sengaja membayar para demonstran Palestina yang terdiri dari warga sipil, anak-anak, dan perempuan supaya maju ke garis pertahanan Israel.
Warga Palestina Tewas Ditembak Israel di Dekat Hebron
Horor! Ribuan Lebah Serbu Wilayah Israel, Serang Bandara hingga Pesawat
Warga Beirut Selatan Masih Takut Menetap di Rumah Pasca Gencatan Senjata
"Kami mencoba meminimalkan korban, tapi mereka menimbulkan korban untuk menekan Israel. Ini mengerikan," ujarnya.
"Jika Hamas tidak mendorong mereka ke sana, maka hal ini tidak akan terjadi," imbuh Netanyahu.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menjawab soal Gaza yang berada di ambang kehancuran. Menurutnya, Gaza porak-poranda, sebab Otoritas Palestina berhenti memberikan uang kepada Hamas, yang menyebabkan mereka mengalami krisis keuangan.
"Jadi setelah menerima sedikit uang dan menggunakan itu untuk meneror, maka hal-hal seperti itu yang terjadi," jawabnya.
Diketahui, gelombang protes terjadi sepanjang Jalur Gaza sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemindahan keduataan besar ke Yerusalem pada Desember lalu. Trump juga mengklaim sepihak Yerusalem sebagai ibu kota Israel.