Senin, 14/05/2018 09:40 WIB
Jakarta- Ledakan bom terjadi di tiga Gereja di Surabaya, Jawa Timur. Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Arjuno, Gereja Kristen Indonesia Diponegoro dan Gereja Katolik Santa Maria, di Jalan Ngagel. Korban jiwa meninggal sebanyak 13 orang. Dan puluhan orang luka-luka dirawat di rumah sakit Bhayangkara dan rumah sakit Dokter Sutomo. Tidak hanya masyarakat biasa, beberapa anggota Polri pun menjadi korban.
Tidak hanya pejabat pemerintahan dan tokoh-tokoh bangsa serta mancanegara, semua masyarakat pun bereaksi dengan mengutuk serangan bom tersebut. Penyanyi nyentrik Agne Mo pun menyoroti peristiwa keji tersebut.
"Saya ingin katakan, semua ada di jari kalian, like or dislike, kalian tahu seberapa besar kekuatan jari kalian. Kamu harus menghargai perbedaan orang. Toleransi di Indonesia sudah sangat baik," ungkap Agnes Mo saat ditemui di sekitar Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2018) kemarin.
Dihadiri 3000 Umat, Misa Natal di Gereja Katedral Jakarta Berjalan Khidmat
7 Gereja Bersejarah di Indonesia, Cocok untuk Destinasi Libur Natal
Sampul Album Man`s Best Friend Terkait dengan Masa Lalu Sabrina Carpenter
Gadis yang selalu tampil fashionable ini mengungkapkan, masyarakat di Indonesia dan seluruh penjuru dunia sangat ingin hidup dalam kedamaian dan ketenangan. Tidak perlu ada rasa benci membenci antar satu dengan lainnya.
"Siapa sih di sini yang nggak pengin hidupnya santai, damai, enggak perlu ada benci-benci. Nggak perlu ada yang ngomongin it`s so beautiful guys, it`s so amazing," tambah mantan penyanyi cilik ini.
Agnes sangat yakin bahwa memiliki rasa saling menghargai dan toleransi yang kuat, maaka kehidupan akan berjalan baik dan saling tolong menolong.
"Nggak perlu ada orang yang harus hidup dalam ketakutan. Nggak perlu harus hidup dalam rasa pedih. The life so happy it`s amazing," tegasgnes sambil berlalu.
Keyword : Kabar Artis Agnes Mo Gereja