Selasa, 01/05/2018 04:03 WIB
Kabul - Seorang jurnalis BBC tewas tertembak di Afghanistan Timur pada Senin (30/4) kemarin. Kejadian itu hanya selang beberapa jam setelah ledakan kembar di ibu kota Kabul, yang juga menewaskan sembilan orang jurnalis.
Direktur BBC World Service Jamie Angus membenarkan bahwa salah satu jurnalisnya, Ahmad Shah, telah tewas dalam serangan tersebut.
Angus mengatakan bahwa Shah sudah bekerja di BBC selama dua tahun terakhir. Pria tersebut dianggap sebagai jurnalis yang handal dan cakap ketika bekerja. Bahkan, dilansir dari Alaraby, Shah menjadi anggota tim penyiar Inggris yang paling dikenal oleh publik.
Sementara menurut keterangan Direktur Komite Keamanan Jurnalis Afghanistan Najib Sharifi, peristiwa yang menimpa Shah terjadi ketika korban sedang berada dalam perjalanan pulang. Nyawa Shah pun melayang.
Ranny Fahd Arafiq Diganjar Srikandi Milenial Inspiratif di KWP Awards 2026
Li Claudia Chandra, Wajah Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Awards 2026
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya
Sebelumnya, pada hari yang sama juga terdapat ledakan kembar di Kabul. Sembilan jurnalis tewas, termasuk jurnalis foto AFP, dan jurnalis dari media lokal seperti Azadi, Tolo News, 1TV, dan MashalTV.
"Pembom menyamar sebagai jurnalis dan meledakkan dirinya di antara kerumunan," kata juru bicara polisi Kabul Hashmat Stanikzai kepada awak media.
Selain sembilan jurnalis, 16 warga sipil juga turut menjadi korban tewas. Sedangkan 45 lainnya saat ini masih dirawat karena mengalami luka ringan hingga berat.
Keyword : Jurnalis Wartawan Afghanistan Timur Tengah