Rabu, 25/04/2018 21:25 WIB
Teheran - Presiden Iran Hassan Rouhani menerbarkan ancaman baru, menyusul ancaman keluarnya Amerika Serikat (AS) dari perjanjian nuklir yang diteken 2015 silam.
Dalam konferensi pers pada Rabu (25/4), Rouhani mengatakan bahwa Iran akan segera bereaksi, jika Gedung Putih plin-plan atas komitmen mereka.
"Jika ada yang mengkhianati kesepakatan itu, mereka harus tau bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi berat," tegas Rouhani dilansir dari Reuters.
"Iran siap untuk segala sesuatu yang mungkin," katanya.
IRGC Iran Ancam Tenggelamkan Kapal yang Melintas Tanpa Izin
IRGC Klaim Rudal Iran Hantam Kapal Induk dan Kapal Perang AS
Iran Kecam Serangan AS terhadap Tiga Kapal Tanker Minyak
Sehari sebelumnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani menyebut Iran akan mempertimbangkan keluar dari Perjanjian Nuclear Nonproliferation Treaty (NPT).
NPT merupakan perjanjian 180 negara, yang berisi pembatasan kepemilikan senjata nuklir, dan kesepakatan penggunaan nuklir untuk tujuan damai.
"Ini adalah satu dari tiga opsi yang sedang kami pertimbangkan," ucapnya.
Keyword : Iran Nuklir Amerika Serikat