Presiden Palestina Ajak Umat Muslim Bersatu Lawan Agresi AS

Senin, 23/04/2018 03:10 WIB

Ramallah - Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas tidak akan membiarkan negara manapun memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

Menurut kantor berita resmi WAFA, Abbas mengatakan pemerintahan Palestina "tidak akan membolehkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atau siapapun menjadikan Yerusalem ibu kota Israel".

"Pemerintah Palestina akan memerangi keputusan Trump itu dan tidak membiarkan negara manapun memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem hingga isu Palestina-Israel terpecahkan."

Menegaskan perlunya solusi dua negara, Abbas melanjutkan, "Yerusalem Timur adalah tempat lahirnya tiga agama Abrahamik - Islam, Kristiani, dan Yahudi. Para penganut bisa ke sini untuk beribadah dan menunaikan kewajiban keagamaan mereka. Kami selalu mengatakan Yerusalem Timur adalah ibu kota negara kami dan terbuka bagi semua agama."

Abbas juga mengajak warga Arab dan umat Muslim mengunjungi wilayah-wilayah yang dijajah, khususnya Yerusalem.

Pada 6 Desember 2017, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memantik amarah dunia dan protes massal di teritori Palestina. (aa)

TERKINI
Apakah Musibah Terjadi Karena Murka Allah? Barcelona Persilakan Araujo Hengkang Musim Panas Ini 7 Minuman yang Baik untuk Kesehatan Jantung Anda Ini Sikap yang Diajarkan Nabi Ketika Menghadapi Musibah