AS, Perancis dan Inggris Serang Suriah, NATO: Sudah Tepat

Sabtu, 14/04/2018 17:05 WIB

Belgia - Kepala Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau yang dikenal sebagai (NATO) mendukung keputusan Barat membom rezim Bashar Assad sebagai bentuk pembalasan atas dugaan serangan kimia di Douma, Suriah.

"Saya mendukung tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Inggris Raya dan Perancis. Ini akan mengurangi kemampuan rezim untuk menyerang lebih lanjut rakyat Suriah dengan senjata kimia," kata Sekretaris Jenderal, Jens Stoltenberg dalam sebuah pernyataan, Sabtu (14/4).

Ledakan terdengar di ibukota Suriah Damaskus Sabtu pagi, saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan menyerang  ke negara tesebut sebagai bentuk hukuman dalam operasi gabungan dengan Perancis dan Inggris.

Keputusan itu seminggu setelah dugaan serangan gas mematikan di daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak Douma yang menewaskan puluhan orang.

Stoltenberg mengatakan penggunaan senjata kimia rezim Suriah adalah pelanggaran yang jelas terhadap norma dan perjanjian internasional.

"NATO menganggap penggunaan senjata kimia sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional, dan percaya bahwa itu penting untuk melindungi Konvensi Senjata Kimia," kata pernyataan itu dikutip dari Arab News.

"Ini seruan untuk respon kolektif dan efektif oleh komunitas internasional," sambugnya.

TERKINI
Malam Jumat Dikaitkan dengan Cerita Mistis, Bagaimana dalam Islam? Iran Peringatkan Perang dengan AS Bisa Meluas hingga Samudra Hindia Wamentrans Minta Program TEP 2026 Tetap Sesuai Target Iran Hentikan Penerbangan ke UEA, Pesawat Tehran-Dushanbe Terpaksa Balik