Kamis, 24/09/2026 22:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Iran memperingatkan bahwa perang baru dengan Amerika Serikat dapat meluas hingga Samudra Hindia jika Tehran kembali diserang.
Peringatan itu disampaikan Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran untuk urusan militer, pada Kamis (24/9).
Safavi mengatakan angkatan bersenjata Iran telah menyiapkan berbagai rencana untuk menghadapi sejumlah kemungkinan, termasuk skenario terburuk apabila Amerika Serikat atau Israel kembali menyerang fasilitas maupun kepentingan nasional Iran. Pernyataannya disampaikan dalam video yang dirilis kantor berita Iran, Fars.
“Kami tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Trump dan Netanyahu,” kata Safavi, merujuk pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Depresi Lawan Iran Delapan Pelaut AS Coba Bunuh Diri
Pezeshkian Tegaskan Iran Terbuka untuk Dialog tetapi Tolak Tekanan
Iran Sampaikan Syarat ke AS Lewat Qatar, Bahas Akhir Perang hingga Blokade
Menurut Safavi, kesiapan militer Iran mencakup berbagai skenario apabila serangan kembali terjadi. Ia memperingatkan bahwa serangan baru dapat membuat cakupan geografis konflik semakin luas.
“Sekarang perang telah menyebar dari Teluk dan Selat Hormuz ke Laut Merah, ada kemungkinan bahwa pada tahap berikutnya dari perang potensial dengan Amerika Serikat, front ini dapat meluas lebih jauh ke Samudra Hindia atau tempat lainnya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan Samudra Hindia sebagai kemungkinan wilayah perluasan konflik jika permusuhan kembali pecah. Namun, Safavi menyampaikannya sebagai kemungkinan dalam skenario perang baru, bukan sebagai kepastian bahwa konflik akan segera mencapai kawasan tersebut.
Peringatan itu muncul ketika Selat Hormuz dan Laut Merah tetap menjadi titik penting dalam konflik yang lebih luas di kawasan.
Sebelumnya, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz dilaporkan turun tajam dibandingkan kondisi sebelum perang, sementara perkembangan di sekitar Laut Merah juga menambah tekanan terhadap jalur pelayaran regional.
Safavi juga menyebut bahwa perluasan konflik dari kawasan Teluk dan Selat Hormuz menuju Laut Merah telah mengubah cakupan medan konflik. Jika serangan terhadap Iran kembali terjadi, menurut dia, perluasan tersebut dapat berlanjut hingga Samudra Hindia dan bahkan lebih jauh. (*)
Sumber: Anadolu
Keyword : Perang IranAmerika Serikat Samudra Hindia