Kamis, 24/09/2026 21:37 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Seluruh penerbangan yang dioperasikan maskapai Iran menuju Uni Emirat Arab (UEA) dibatalkan mulai tengah malam, Kamis (24/9/2026).
Pada hari yang sama, sebuah penerbangan rute Tehran-Dushanbe juga terpaksa kembali ke Iran setelah Turkmenistan tidak memberikan izin bagi maskapai Iran untuk melintas di wilayah udaranya.
Pembatalan penerbangan menuju UEA dilaporkan Iranian Students News Agency (ISNA) dengan mengutip juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran.
Laporan tersebut tidak menjelaskan secara rinci alasan pembatalan seluruh penerbangan Iran menuju UEA maupun berapa lama pembatasan itu akan berlangsung.
AS Hentikan Seluruh Operasi Maskapai Komersial Iran Mulai Besok
Kasus Corona Mereda, Iran Kembali Buka Penerbangan ke Turki
IranAir Lanjutkan Penerbangan Internasional pada 14 Mei
Sementara itu, penerbangan Tehran-Dushanbe tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju ibu kota Tajikistan. Menurut juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Turkmenistan tidak mengeluarkan izin bagi maskapai Iran untuk menggunakan wilayah udaranya.
Akibatnya, pesawat tersebut terpaksa mengubah rute dan kembali mendarat di Bandara Internasional Imam Khomeini, Tehran.
Perkembangan tersebut terjadi ketika akses penerbangan internasional maskapai Iran menghadapi semakin banyak pembatasan.
Laporan Euronews mencatat sejumlah negara dalam beberapa hari terakhir telah mengambil langkah yang memengaruhi penerbangan maskapai Iran, di tengah penerapan tekanan dan sanksi baru terhadap sektor penerbangan Iran.
Pada 8 September 2026, Departemen Keuangan Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap 36 individu dan entitas yang terkait dengan sektor penerbangan Iran.
Washington menuduh sektor tersebut digunakan untuk mengangkut senjata, personel militer, dan muatan ilegal, sementara langkah tersebut menjadi bagian dari kebijakan sanksi AS terhadap Iran.
Tahap berikutnya mulai berlaku pada 23 September. Perusahaan asing yang memberikan layanan tertentu kepada maskapai Iran yang terkena sanksi, termasuk layanan pengisian bahan bakar dan layanan darat, menghadapi risiko terkena sanksi sekunder Amerika Serikat.
Sejumlah negara kemudian mengambil langkah terhadap penerbangan maskapai Iran. Azerbaijan sebelumnya menghentikan penerbangan maskapai Iran mulai 22 September dalam kaitannya dengan sanksi baru Amerika Serikat.
Georgia juga memberlakukan pembatasan terhadap aktivitas maskapai Iran yang terkena sanksi. (*)
Sumber: Anadolu