Selasa, 03/04/2018 10:38 WIB
Washington - Gedung Putih menuding China sedang melakukan `tarif pembalasan` kepada Amerika Serikat, menyusul kenaikan bea daging babi dan anggur hingga 25 persen.
Sementara tarif baru ini, diklaim oleh Beijing, sebagai respon atas kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan bea baja dan aluminium.
"Subsidi China dan kelebihan kapasitas adalah akar penyebab krisis baja di AS," terang juru bicara Gedung Putih Lindsay Walters dikutip dari BBC, Selasa (3/4).
"Alih-alih menargetkan ekspor AS, China harus menghentikan praktik perdagangan tidak adil yang merugikan keamanan nasional AS dan mendistorsi pasar global," imbuhnya.
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
PM Spanyol Minta China Ambil Peran Lebih Besar di Panggung Global
China Umumkan 10 Insentif Baru untuk Taiwan, Apa Saja?
Seperti diketahui, AS menerapkan tarif baru untuk baja dan aluminium pada 8 Maret lalu. Alasannya, AS berupaya melindungi produsen AS dan krisis keamanan nasional.
`Perang harga` ini pun menyebabkan saham AS dan Asia dibuka lebih rendah hari ini. Di Wall Street, S&P 500 jatuh 2,2 persen. Sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,9 persen. Di Asia, Nikkei 225 Jepang juga dibuka turun 1,5 persen.
Keyword : Bursa Saham Amerika Serikat China