Kamis, 22/03/2018 10:26 WIB
New York - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg meminta maaf atas kasus yang menyebabkan bocornya 50 juta data pribadi pengguna oleh perusahaan konsultan politik, Cambridge Analytica, beberapa hari lalu.
Menurut Zuckerberg, tindakan yang dilakukan oleh Cambridge Analytica merupakan pelanggaran kepercayaan, karena menyerahkan data pribadi pengguna keppada klien politik.
"Saya benar-benar minta maaf, dan berjanji untuk mengambil tindakan atas aplikasi jahat itu," tutur Zuckerberg dilansir dari BBC.
Pemilik media sosial terbesar itu juga berjanji untuk berlaku kooperatif, jika sewaktu-waktu Kongres Amerika Serikat (AS) memintanya bersaksi atas kejadian tersebut.
Gegara Desain Layanan Adiktif, Meta Terancam Denda 6 Persen Omset Global
Jepang dan Singapura Teken Kerja Sama Luar Angkasa
Komdigi: Talenta Digital Penentu Posisi RI di Persaingan Teknologi Digital
"Jika memang itu adalah hal yang benar dilakukan," katanya singkat.
Dalam sebuah postingan di Facebook, Zuckerberg menegaskan timnya akan membuat perbaikan khusus, yang konon membuat aplikasi sulit memaneh informasi pribadi pengguna.
"Kami punya tanggung jawab melindungi data Anda. Karena jika tidak demikian, kami tidak pantas melayani Anda," ujar Zuckerbeg.
Keyword : Facebook Tekno Data Bocor