Rabu, 14/03/2018 07:52 WIB
Bangkok - Thailand menolak seluruh ikan yang ditangkap dari lepas pantai Prefektur Fukushima Jepang. Ada kekhawwatiran ikan-ikan tersebut terkontaminasi nuklir dan membahayakan kesehatan konsumen.
Sebelumnya Thailand membeli ikan dari Prefektur Fukushima pada 1 Maret 2018, selang tujuh tahun setelah gempa bumi dan tsunami yang menyebabkan gangguan nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir Tokyo Electric Power Co Fukushima Daiichi.
Importir asal Thailand memesan 100 kilogram ikan flounder dan 10 kilogram littlemouth untuk melayani 12 restoran Jepang di Bangkok. Sebelas restoran minggu ini memutuskan berhenti membeli ikan asal Fukushima yang berpotensi mengancam bisnis mereka.
Dilansir dari Asian Correspondent, Departemen Perikanan Thailand mencegat 30 kilogram ikan asal Fukushima, dan memerintahkan untuk tidak mendistribusikannya. Padahal otoritas karantina ikan Thailand sudah memastikan ikan tersebut aman dari bahaya kontaminasi.
11 Hakim Agung dan 3 Hakim Ad Hoc MA Resmi Dilantik
Kawal Anggaran Pendidikan, Komisi X Perjuangkan Kesejahteraan Guru
Puan di HUT Ke-81 DPR: Marilah Kita Terus Mawas Diri dan Kerja Nyata
Keputusan selanjutnya ialah membuang ikan-ikan tersebut, dan hal ini mengecewakan para nelayan dan eksportir Jepang.
"Kami berharap bisa segera melanjutkan operasi penangkapan ikan secara penuh kembali," ujar seorang nelayan Fukushima.