Jum'at, 09/03/2018 15:19 WIB
Jakarta – Ketegangan antara muslim dan Budha masih berlangsung di Sri Lanka. Setelah sebelumnya terjadi pembakaran toko dan masjid oleh kelompok garis keras Budha, sebuah bom meledak di masjid di Kota Kuruwita, Kamis Malam (08/03) waktu setempat.
Menurut juru bicara kepolisian, Ruwan Gunasekera, insiden tersebut menewaskan satu orang dan melukai tiga polisi yang sedang berjaga di Distrik Kandy, Sri Lanka. Dan saat ini tujuh tersangka telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
"Sejauh ini, sudah ada 85 penangkapan sehubungan dengan serangkaian insiden kekerasan komunal," kata Gunasekera dilansir Anadolu.
Dikabarkan lebih dari 200 rumah, toko dan kendaraan telah dibakar dalam tiga hari akibat ketegangan antara umat muslim dan penganut Budha di negara tersebut.
Sri Lanka Tangkap Sembilan WN China, Diduga Selundurkan Alat Scam
Sri Lanka Pulangkan Ratusan Awak Kapal Perang Iran
IMF Cairkan Pinjaman US$700 Juta untuk Sri Lanka, Desak Percepatan Reformas
Bahkan ratusan polisi telah dikerahkan untuk mengamankan kericuhan itu untuk menghindari adanya korban lanjutan. Pemerintah Sri Lankan juga telah memblokir platform media sosial seperti Facebook, Viber dan WhatsApp untuk memuat rumor yang luas dan pidato kebencian yang menargetkan komunitas Muslim.
Menteri Perdagangan dan Perdagangan Rishad Bathiudeen mengatakan bahwa langkah mendesak harus diambil oleh pemerintah untuk menjamin keamanan umat Islam.
"Kekerasan berulang semacam ini hanya bisa menghasilkan hasil yang sangat negatif," katanya. (AA)
Keyword : Sri Lanka Kekerasan Muslim Budha