Warga Tiongkok di Pakistan Jadi Incaran Pembunuhan
Selasa, 06/02/2018 14:57 WIB
Pakistan - Penyerangan yang kesekian kalinya kembali dialami warga Tiongkok di Pakistan. Kali ini, sejumlah pria bersenjata menembak mati seorang warga Tiongkok dan melukai seorang lainnya pada Senin di Karachi, Pakistan.
Para korban diyakini terlibat dalam megaproyek
Koridor Ekonomi Tiongkok-
Pakistan (CPEC) senilai USD 62 miliar. "Ini tampak seperti serangan berancana," kata Azad Khan, seorang pejabat polisi senior.
Pada saat kejadian, para korban berada di salah satu kawasan elit di Karachi. Khan mengatakan warga negara Tiongkok di
Pakistan diberikan keamanan yang cukup. Namun pada kasus ini, para korban keluar tanpa didampingi penjaga keamanan.
Proyek CPEC yang ditandatangani pada 2014 lalu adalah salah satu inisiatif ekonomi asing yang paling ambisius milik Beijing. Dikenal dengan nama Satu Sabuk Satu Jalan (OBOR), jalur ini akan menghubungkan barat laut Tiongkok ke pelabuhan Gwadar di
Pakistan melalui sejumlah jalanan, rel kereta dan pipa gas untuk mengangkut kargo, minyak dan gas.
Itu direncanakan menjadi rute terpendek yang bisa dilalui kargo Tiongkok menuju Timur Tengah, Asia Tengah dan Afrika. Investasi itu akan menguntungkan
Pakistan dan Tiongkok, namun masalah keamanan kerap merundung proyek pembangunan koridor sepanjang 2.000 kilometer itu.
Dalam sepuluh tahun terakhir, pekerja Tiongkok di sekitar pelabuhan Gwadar menjadi target penculikan dan pembunuhan oleh pemberontak Baloch dan militan Taliban. Sekitar 10.000 warga Tiongkok terlibat dalam proyek CPEC ini bekerja di
Pakistan.
Para pemberontak menolak kehadiran investor Tiongkok di provinsi Balochistan yang kaya akan mineral dan mengatakan Islamabad mencuri kekayaan alam mereka dengan bantuan Tiongkok.
Untuk menyediakan keamanan, militer
Pakistan membentuk pasukan dengan 10.000 prajurit untuk melindungi para pekerja Tiongkok terlibat CPEC. (AA)
TERKINI
Perbatasan Suriah-Turki Dibuka Perdana sejak 12 Tahun
Tingkatkan Literasi Karantina Kepala Desa, Kemendes Bakal Gandeng Barantin
MUI Minta Ortu Aktif Awasi Perkembangan Anak di Pesantren
Mendes Harap Rekomendasi Munas Papdesi Sukseskan Program Prioritas Presiden