Jum'at, 22/09/2017 13:03 WIB
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong manajemen sosial media Twitter untuk memaksimalkan literasi kepada masyarakat, termasuk pada anak-anak. Sehingga, dapat menggunakan twitter secara sehat positif dan memiliki nilai edukatif.
Hal itu disampaikan Ketua KPAI, Susanto ketika menyebarnya video "gay kids" yang terkuak oleh Polda Metro Jaya. Dan KPAI, katanya, menyesalkan kejadian itu dan telah mengundang manajemen twitter.
KPAI Pastikan Modul Pengasuhan Anak Masuk Kurikulum Sekolah Rakyat
Perkuat Perlindungan Anak dan HAM, Komisi XIII Inisiasi Pembentukan Omnibus Law
Kemenperin: World Expo 2025 Osaka Kesempatan RI Tarik Investor