Digeruduk Soal PKI, YLBHI Korban Hoax dan Propaganda

Senin, 18/09/2017 08:51 WIB

Jakarta - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengaku telah menjadi korban hoax atau berita bohong dan propaganda terkait dugaan penyelenggaraan seminar tentang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketua Umum YLBHI Asfinawati mengatakan, informasi soal penyelenggaraan seminar tentang kebangkitan komunisme tersebut dengan sengaja disebarkan untuk propaganda.

"Jelas hoax atau berita-berita bohong telah disiarkan, propaganda tuduhan yang mengada-ada telah diviralkan," kata Asfinawati, dalam rilisnya, Jakarta, Senin (18/9).

Menurutnya, instruksi-instruksi untuk menyerang YLBHI dengan sengaja dilakukan secara sistematis dan meluas bahwa diskusi itu merupakan acara soal PKI. "Menyanyikan lagu `Genjer-genjer` dan lain-lain, padahal sama sekali tidak ada," katanya.

YLBHI, kata Asfinawati, menaruh curiga bahwa ada pihak tertentu yang menyebarkan informasi hoax tersebut demi kepentingan pribadi dan kelompoknya. "Kami khawatir ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang menghendaki chaos dan rusuh," katanya.

Sebelumnya, ratusan massa menggeruduk kantor YLBHI terkait dugaan penyelenggaraan seminar tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebelumnya, polisi membubarkan seminar bertajuk "Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66".

TERKINI
KPK Ungkap 20 Forwarder Terseret Korupsi di Ditjen Bea Cukai KPK Limpahkan Perkara Yaqut Cholil ke Pengadilan Setalah Musim Haji 2026 Alasan Burung Garuda Dipilih Sebagai Lambang Negara Indonesia KPK Tunggu Laporan JPU Sebelum Panggil Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama