Menkumham Yakin Pelaku Siber Asal China Punya Paspor

Selasa, 01/08/2017 08:16 WIB

Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly meyakini para pelaku kejahatan siber lintas negara yang tertangkap di Indonesia memiliki paspor.

Yasonna menduga para pelaku kejahatan siber lintas negara itu sengaja menyimpan atau membuang paspornya ‎untuk menyulitkan proses hukum yang dilakukan jajaran kepolisan.

"Tidak mungkin mereka masuk kemari tanpa paspor. Mungkin mereka sengaja menyimpan atau membuangnya untuk mempersulit," kata Yasonna di kantornya, Jakarta, Senin (31/7/2017).

Untuk mengklarifikasi hal itu, kata Yasonna, pihaknya akan meminta data-data atau Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) para pelaku kejahatan lintas negara itu dari Kedubes China ‎untuk Indonesia. "Ya nanti kalau memang benar tidak ada kita minta SPLPnya dari Dubes China. Tidak masalah itu, karena kepolisian China juga ada disini, kita minta mereka mengawal proses hukum mereka," terang dia.

Yasonna sendiri enggan berbicara banyak mengenai rencana pendeportasian para pelaku kejahatan siber lintas negara tersebut. Yang jelas, kata Yasonna, pihak kepolisian Indonesia akan ikut mendampingi proses hukum ke negara asal. "Ya nanti tentu ada polisi kita yang akan memeriksa juga," tandas Yasonna.

Kepolisian Indonesia bekerjasama dengan Kepolisian China sebelumnya menangkap puluhan Warga Negara (WN) China dari tiga kota yang berbeda yakni, Bali, Surabaya, dan Jakarta, pada Sabtu, 29 Juli 2017. Mereka diamankan lantaran diduga terlibat dalam kejahatan penipuan dan pemerasan lintas negara yang melaksanakan operasinya di Indonesia. ‎

TERKINI
7 Tips Alami dan Efektif untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Alasan Doa Ibu Mustajab Berdasarkan Al-Qur`an dan Hadis Tips Parenting dengan Rumus 7x3 dari Ali bin Abi Thalib Argentina Terancam Kena Sanksi FIFA Usai Final Piala Dunia 2026