Minggu, 25/06/2017 07:04 WIB
Jakarta - Hari Raya Idul Fitri pertama kali dirayakan umat Islam selepas Perang Badar yang terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijiriyah. Dalam pertempuran itu, umat Islam berhasil meraih kemenangan walau kaum Muslimin hanya berjumlah 319 orang, namun mampu mengalahkan 1.000 tentara kaum kafir Quraisy.
Pada tahun itu, Rasulullah SAW dan para sahabat merayakan dua kemenangan, yakni keberhasilan mengalahkan kaum kafir dalam Perang Badar dan menaklukkan rasa haus dan lapar serta hawa nafsu setelah berpuasa selama satu bulan.
Menurut sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menunaikan shalat Ied pertama dengan kondisi luka-luka yang masih belum pulih akibat Perang Badar.
Bahkan Rasulullah SAW pun pertama kali merayakannya dalam kondisi letih. Sampai-sampai Nabi SAW harus bersandar pada Bilal saat menyampaikan khutbah pertamanya.
Ini Rahasia Pola Makan Sehat dalam Ajaran Islam
Berbagai Doa yang Diajarkan Rasulullah saat Sedang Sakit
Siapa Orang yang Paling Utama Kita Beri Sedekah?
Menurut Hafizh Ibnu Katsir, pada Hari Raya Idul Fitri yang pertama, Rasulullah SAW pergi meninggalkan masjid menuju tanah lapang dan menunaikan shalat Ied di atas lapang itu. Dan sejak itulah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat menunaikan shalat Ied di lapangan terbuka.
Sehingga hingga sekarang banyak umat muslim yang melaksanakan shalat Ied di lapangan terbuka, bahkan memenuhi jalan-jalan lantaran mesjid tak mampu menampung jamaah.
Keyword : Hikmah Lebaran Idul Fitri Rasulullah