Risiko Tersembunyi di Balik Kebiasaan Mencukur Bulu Ketiak

Rabu, 02/07/2025 11:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Mencukur bulu ketiak kerap dianggap sebagai bagian dari rutinitas perawatan diri yang ringan. Aktivitas ini dilakukan oleh banyak orang untuk alasan kebersihan, kenyamanan, maupun penampilan.

Namun, siapa sangka, tindakan yang tampak sederhana ini bisa menimbulkan berbagai dampak negatif pada kulit, khususnya area ketiak yang terkenal sensitif.

Gesekan dari pisau cukur, apalagi jika alat tersebut tidak higienis atau teknik penggunaannya kurang tepat, dapat memicu iritasi. Kulit ketiak pun bisa mengalami kemerahan, gatal, bahkan terasa perih usai dicukur.

Dalam jangka panjang, kebiasaan mencukur secara agresif juga berisiko menyebabkan perubahan warna kulit atau hiperpigmentasi, serta meningkatkan peluang terjadinya infeksi karena luka mikro pada permukaan kulit.

Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko di balik mencukur ketiak dan mempertimbangkan alternatif perawatan yang lebih ramah terhadap kulit.

Berikut ini lima efek buruk yang bisa muncul akibat mencukur bulu ketiak: 1. Iritasi dan Luka Mikro

Mencukur sering kali menyebabkan luka-luka kecil tak terlihat di permukaan kulit. Luka mikro ini dapat memicu iritasi, rasa perih, atau bahkan rasa terbakar setelah mencukur, terutama jika langsung terkena deodoran atau keringat.

2. Infeksi Kulit

Luka kecil dari hasil mencukur bisa menjadi jalan masuk bagi bakteri. Akibatnya, kulit bisa mengalami infeksi ringan hingga parah, seperti folikulitis (radang akar rambut) atau abses.

3. Kulit Menghitam (Hiperpigmentasi)

Gesekan dari pisau cukur yang berulang dapat memicu produksi melanin berlebih di area ketiak, sehingga kulit tampak lebih gelap dari warna sekitarnya. Ini sering kali menjadi keluhan utama bagi mereka yang rutin mencukur.

4. Pertumbuhan Bulu ke Dalam (Ingrown Hair)

Setelah dicukur, bulu ketiak bisa tumbuh ke arah dalam dan terjebak di bawah kulit, menyebabkan benjolan kecil, kemerahan, atau bahkan peradangan yang cukup menyakitkan.

5. Kulit Ketiak Menjadi Kasar

Mencukur secara rutin dapat merusak tekstur alami kulit, membuatnya terasa lebih kasar dan tebal. Ini terjadi karena lapisan kulit paling atas terus-menerus terkikis, memicu regenerasi kulit yang tidak optimal.

TERKINI
Bank Dunia Peringatkan Pertumbuhan Ekonomi Pasifik Melambat 2,6 Persen Kepala Perpusnas: Banyak Perpustakaan Jadi Tempat Jin Beranak-Pinak ISIS Klaim Serangan Mematikan terhadap Tentara Suriah di Hasakah Kemendikdasmen Siapkan Rp2,2 Triliun untuk Revitalisasi 938 SMK hingga SLB