Sabtu, 07/06/2025 05:24 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana ke Raja Ampat, Papua Barat Daya untuk memantau tambang nikel yang menjadi kontoversi. Bahlil sebelumnya sudah menyetop sementara izin tambang tersebut.
“Jadi insyaallah, doakan saja, saya kebetulan ada rencana, mau kunjungi wilayah Papua Barat Daya dan Papua Barat, mau kunjungi sumur-sumur minyak di Sorong, di Fak-Fak sama BP di Bentuni. Nah mungkin saya lihat celah-celah waktu saya di situ, saya akan mencoba,” kata Bahlil di Jakarta, Jumat (6/6).
Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait rencana kunjungan ke Raja Ampat. Ia juga telah menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto tentang masalah tambang ini.
Legislator Golkar: Negara Harus Punya Sistem Kelola Aset Rampasan Jelas
MAKI Desak Kejagung Bongkar Korupsi Lainnya oleh Hery Susanto
Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, Terbitkan Rekomendasi Khusus untuk PT TSHI
“Saya kemarin sudah ngomong juga, bahwa komunikasi saya sama Pak Seskab, maupun kepada Bapak Presiden, setiap saat, dalam konteks bagaimana menjalankan tugas, ataupun apa yang ditanyakan, tidak khusus menyangkut dengan Raja Ampat,” ujar ketua umum Golkar ini.
“Tetapi memang ada komunikasi saya sama Pak Seskab, dan itu biarlah isinya saya sama Pak Seskab yang tau,” jelasnya.
Sebelumnya, Bahlil telah menghentikan sementara waktu operasi pertambangan nikel yang dikelola PT GAG Nikel di Raja Ampat. Penghentian sementara ini dilakukan sampai dilakukan pengecekan lokasi tambang yang menjadi kontroversi.
“Untuk sementara kita hentikan operasinya,” ucap Bahlil, kemarin.