Rabu, 07/06/2017 18:29 WIB
Teheran - Kelompok bersenjata melepaskan serangan secara bersamaan gedung parlemen dan makam pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Khomeini di Teheran Selatan. Dua orang tewas dan 35 lainnya luka-luka dalam serangan tersebut. Sementara itu, serangan di parlemen Iran menyebabkan 8 orang tewas dan sepuluh luka-luka.
Anggota parlemen, Elias Hazrati mengetahui tiga peneror, satu mengenakan pistol dan dua lainnya dengan senapan serbu AK-47, menggerebek parlemen pada Rabu (7/6) pagi.
Kantor berita ISNA mengutip seorang anggota parlemen mengatakan semua pintu parlemen ditutup dan salah satu penyerang dikelilingi oleh pasukan keamanan.
"Ada kepanikan disejumlah ruas jalan di ibukota karena serangan tersebut. Begitu juga terdapat kekacauan di gedung parlemen," kata Andrew Simmons dari Al Jazeera. Sangat mungkin bahwa serangan ini dikoordinasikan, karena hampir dalam menit yang bersaamaan tembakan dan ledakan bom terjadi.
Iran Diperkirakan Dapat Rp258 Triliun dari Tarif Selat Hormuz
Ranny Fahd Arafiq Diganjar Srikandi Milenial Inspiratif di KWP Awards 2026
Li Claudia Chandra, Wajah Pemimpin Perempuan Inovatif di KWP Awards 2026
Bukan itu saja, para penyerang mengambil beberapa orang di dalam majelis untuk dijadikan sebagai sandera. Menurut kantor berita resmi Iran, IRNA, selain mengambil sandera penyerang mengancam akan meledakkan diri dengan sabuk peledak di lantai empat gedung parlemen.
Belum diketahui, apakah tuntutan dari para penyerang tersebut. Penyerang tidak membacakan atau meminta tuntutannya. Namun, penyerang membuka sabuk peledak dengan ancaman peledakan lantai empat gedung parlemen Iran.
"Mausoleum Ayatollah Khomeini adalah tempat suci yang benar-benar menyerang hati pemerintah Iran dan seluruh cara berpikir mereka." Ada satu wanita ditangkap dan motivasi penyerang masih belum jelas.
Keyword : Teror Iran parlemen ayatullah khomenei