Iran Tak Gentar Hadapi AS, Selat Hormuz Dibuka dengan Syarat

Minggu, 04/10/2026 21:51 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Iran menegaskan tidak gentar menghadapi langkah Amerika Serikat dan menyatakan siap menempuh dua jalur sekaligus, yakni menghadapi konflik secara militer maupun menggunakan diplomasi.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf saat berbicara di hadapan parlemen, Minggu (4/10).

Qalibaf mengatakan Tehran tidak merasa terintimidasi ataupun terburu-buru menghadapi tindakan Amerika Serikat. Menurut dia, Iran akan tetap menghadapi lawan di medan militer sekaligus memanfaatkan jalur diplomasi untuk memperkuat posisi negaranya.

“Kami hadir di medan perang militer dengan seluruh kekuatan kami dan akan menghadapi mereka dengan kejutan-kejutan baru. Kami menggunakan perangkat diplomasi untuk membangun keunggulan kami di bidang militer dan menegakkan hak-hak rakyat Iran,” ujar Qalibaf, seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Pernyataan tersebut muncul ketika status Selat Hormuz masih menjadi salah satu titik utama dalam konflik Iran dan Amerika Serikat. Qalibaf menegaskan bahwa Iran belum akan membuka kembali jalur strategis tersebut sebelum seluruh persyaratan yang diajukan Tehran dipenuhi.

Menurut Qalibaf, Washington telah menyampaikan sejumlah proposal melalui mediator setelah Iran sebelumnya mengajukan peta jalan selama tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, Tehran tetap pada pendiriannya bahwa selat tersebut tidak akan dibuka sampai tujuh syarat yang didasarkan pada Memorandum Islamabad dipenuhi.

Memorandum tersebut merujuk pada kerangka kesepakatan yang dicapai pada Juni. Iran juga sebelumnya telah menyampaikan persyaratan formal kepada Amerika Serikat melalui mediator Qatar untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.

Persyaratan Tehran mencakup penghentian menyeluruh permusuhan di seluruh front, pembebasan dana Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Teheran Sebut Insiden Flydubai Direkayasa untuk Salahkan Iran Kabar Baik dari Way Kambas, Dua Badak Sumatera Ratu dan Delilah Bunting Lebih dari 800 Guru Palestina Tewas Sejak Perang Gaza, 3.300 Lebih Terluka Mahasiswa Jerman Turun ke Rempang, Rancang Masa Depan Transmigrasi Hijau