Abdullah NasDem Dorong Aren Jadi Penguat Ketahanan Pangan di Maluku

Senin, 28/09/2026 17:05 WIB

 

Jakarta, Jurnas.com - DPW Partai NasDem Maluku mendorong pengembangan tanaman aren sebagai salah satu komoditas strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi sekaligus mengentaskan kemiskinan di Maluku.

Ketua DPW Partai NasDem Maluku Abdullah Vanath mengatakan, pengembangan sektor pertanian tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, sesuai arahan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Menurut Abdullah, tanaman aren atau yang dikenal masyarakat Maluku sebagai gamutu memiliki potensi ekonomi yang besar karena dapat menghasilkan berbagai produk turunan. Salah satunya gula aren yang dinilai memiliki peluang untuk menembus pasar ekspor.

“Maluku ini dikenal sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi dan salah satu pemicunya adalah alkohol,” kata Abdullah dalam keterangannya dikutip Senin (28/9).

Abdullah mengatakan, pemanfaatan aren selama ini antara lain menghasilkan sopi. Namun, potensi tanaman tersebut dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi seperti gula aren bubuk dan cair.

“Ini adalah cita-cita saya sejak awal dan kita akan melakukan diversifikasi dari nilai yang diproduksi melalui tanaman aren itu akan kita produksi gula aren dalam bentuk bubuk dan juga cair dan itu akan kita ekspor masuk pasar ekspor baik Eropa termasuk Eropa Timur dan juga wilayah-wilayah Arab,” tuturnya.

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, NasDem Maluku akan mendorong pengembangan sektor pertanian melalui organisasi sayap Petani dan Nelayan NasDem. Pengembangan produksi gula aren tersebut rencananya dimulai dari Pulau Seram.

Abdullah menilai pengentasan kemiskinan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, organisasi politik juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program konkret yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Saya yakin benar bahwa tugas memangkas kemiskinan rakyat Indonesia bukanlah tanggung jawab pemerintah saja. Semua organisasi termasuk organisasi-organisasi politik harus bertanggung jawab untuk pengentasan kemiskinan di Indonesia,” ujarnya.

Dia menyebut Maluku memiliki lebih dari 1.200 desa dengan sebagian masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Karena itu, pengembangan komoditas yang relatif mampu bertahan menghadapi kondisi iklim ekstrem menjadi penting.

Menurut Abdullah, tanaman aren memiliki daya tahan terhadap musim kemarau karena sistem perakarannya dapat menembus tanah hingga lebih dari 12 meter. Potensi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di tingkat desa.

“Mimpi saya melalui Petani Nasdem Maluku harus bisa memberi kontribusi penerimaan bagi masyarakat Maluku dalam satu tahun itu bisa mencapai lebih dari 200 miliar rupiah,” katanya.

Abdullah mencontohkan, apabila setiap desa memiliki petani yang mengembangkan tanaman aren, produksi nira dapat menciptakan perputaran ekonomi secara rutin bagi masyarakat.

“Maluku itu terdiri dari 1.200 desa, lebih 1.200 desa. Pohon aren itu sudah kita hitung, minimal sehari itu dia bisa memproduksi nira 15 liter. Jika seseorang dia punya cukup tiga pohon saja dalam satu kampung dari 1.200 lebih desa di Maluku, maka produksinya setiap hari itu duitnya berputar dan diproyeksikan hampir mencapai setengah triliun rupiah,” tuturnya.

Ia menegaskan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan menjadi bagian dari strategi NasDem Maluku untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung agenda ketahanan pangan dan energi nasional.

“Penyumbang kemiskinan terbesar di Maluku itu adalah para petani dan nelayan. Jika para petani dan nelayan itu bisa kita sejahterakan melalui beberapa langkah-langkah konkret yang bisa kita terapkan, maka itu sama saja dengan merubah kemiskinan di Maluku ini menjadi lebih baik,” pungkasnya.

 

 

 

TERKINI
Puluhan Ribu Pengungsi Suriah Berhasil Pulang ke Rumah Ini Langkah BI Atasi Tekanan Dolar AS Terhadap Rupiah Abdullah NasDem Dorong Aren Jadi Penguat Ketahanan Pangan di Maluku Kuasa Hukum Joni Mardanis Adukan SP3 Kasus Tanah Sulteng ke Komisi III