Danantara dan Citic Group Dijajaki Kerja Sama di 3 Sektor Strategis

Jum'at, 25/09/2026 16:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara resmi menjajaki potensi kerja sama strategis dengan perusahaan multinasional asal Tiongkok, Citic Group. Kolaborasi lintas sektor ini difokuskan pada tiga pilar utama—modal (capital), sumber daya alam (resources), dan infrastruktur (infrastructure)—guna mempercepat pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa diskusi mendalam telah dilakukan dalam rangkaian pertemuan bersama perwakilan Citic Group di Jakarta.

"Kami membahas peluang strategis di tiga sektor. Pada pilar capital, kerja sama bersama China Securities membuka ruang kolaborasi yang luas di pasar modal dan pembiayaan," ujar Rosan melalui keterangan resminya pada Jumat (25/9/2026).

Pengelolaan Mineral dan Hilirisasi

Pada pilar resources, Danantara mendorong sinergi antara Citic Resources, BUMN Holding Industri Pertambangan (MIND ID), dan PT Inalum. Langkah ini ditujukan untuk mengoptimalkan serta memperkuat pengelolaan mineral strategis di tanah air.

Inalum sendiri sebelumnya telah menggalang kerja sama pembiayaan dengan Citic Group dan saat ini sedang aktif mengeksplorasi peluang keterlibatan dalam berbagai proyek pengembangan baru.

Proyek Giant Sea Wall dan Infrastruktur Masa Depan

Di pilar infrastructure, Danantara bersama Citic Construction dan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) memfokuskan pembahasan pada pembangunan proyek-proyek bernilai strategis nasional. Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di sepanjang pesisir utara Jawa untuk menanggulangi ancaman abrasi dan penurunan tanah.

Rosan menegaskan bahwa ketiga pilar kerja sama tersebut dirancang saling melengkapi untuk memperkokoh fondasi perekonomian nasional:

Capital: Membuka akses pendanaan dan likuiditas pasar. Resources: Menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis pengelolaan sumber daya alam. Infrastructure: Menjadi penopang utama pembangunan fisik dan konektivitas masa depan.

"Tiga agenda, satu tujuan yaitu memperkuat kapasitas Indonesia untuk tumbuh lebih besar dan lebih berdaya saing," pungkas Rosan.

TERKINI
Produksi Aluminium Negara Teluk Persia Anjlok Tajam Danantara dan Citic Group Dijajaki Kerja Sama di 3 Sektor Strategis UEA Tangguhkan Penerbangan yang Dioperasikan Maskapai Iran Sidang PBB Menlu Sugiono Bawa Kisah Damai Aceh dan Maluku