Maroko Desak Gencatan Senjata Gaza Dipatuhi, Siap Terlibat Stabilisasi

Rabu, 23/09/2026 14:50 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Maroko mendesak seluruh pihak mematuhi gencatan senjata di Jalur Gaza dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan.

Rabat juga menegaskan keterlibatannya dalam upaya stabilisasi Gaza di tengah kekhawatiran terhadap pelanggaran gencatan senjata dan memburuknya situasi di wilayah Palestina.

Seruan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Selasa. Bourita meminta masyarakat internasional memastikan bantuan kemanusiaan dapat disalurkan ke Gaza dalam jumlah yang memadai, tanpa hambatan maupun penghentian.

"Di tengah tragedi yang terus dialami rakyat Palestina yang bersaudara, Kerajaan Maroko kembali menyerukan penghormatan terhadap gencatan senjata di Gaza dan masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dalam jumlah yang memadai, tanpa hambatan atau gangguan," kata Bourita.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika PBB juga menyerukan penghentian pertempuran, kelancaran bantuan kemanusiaan, serta de-eskalasi di tengah konflik yang masih berdampak terhadap warga sipil di kawasan.

Bourita mengatakan Maroko akan berpartisipasi langsung dalam pasukan stabilisasi internasional untuk Gaza. Keterlibatan tersebut mencakup pengiriman perwira senior ke pasukan keamanan internal, pelatihan kepolisian Palestina, pendirian rumah sakit lapangan militer, serta penyelenggaraan program untuk melawan ekstremisme.

Langkah tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Maroko dalam upaya stabilisasi dan pemulihan keamanan di Gaza. Dalam pertemuan para menteri luar negeri negara Arab dan Islam di New York, isu pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional juga menjadi bagian dari kerangka implementasi tahap lanjutan rencana Gaza.

Bourita menegaskan bahwa perdamaian yang bertahan lama membutuhkan pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berkesinambungan berdasarkan perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Maroko juga kembali menyatakan dukungannya terhadap Otoritas Palestina dan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Selain Gaza, Bourita menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berbagai langkah Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Ia memperingatkan bahwa aturan yang memungkinkan pengambilalihan lahan untuk memperluas pendudukan, ditambah kekerasan terhadap warga sipil Palestina, dapat berdampak terhadap keberadaan masyarakat Palestina dan upaya membangun negara Palestina yang merdeka.

"Pengusiran penduduk dan pelemahan landasan material bagi pembentukan negara Palestina yang merdeka," kata Bourita saat menggambarkan kekhawatiran Maroko terhadap perkembangan tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-81 juga menyoroti kekerasan, perpindahan penduduk dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. Ia memperingatkan bahwa perkembangan tersebut semakin menjauhkan prospek perdamaian.

Bourita juga menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan sepihak Israel yang menurutnya melanggar kesucian kompleks Masjid Al-Aqsa. Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat memperbesar ekstremisme di kawasan.

Posisi Maroko menempatkan penghormatan terhadap gencatan senjata, kelancaran bantuan kemanusiaan, stabilisasi Gaza, dan pembentukan negara Palestina sebagai bagian yang saling berkaitan.

Dalam forum PBB, Maroko menegaskan dukungannya terhadap negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota. Posisi tersebut juga sejalan dengan seruan PBB agar solusi dua negara tetap menjadi bagian dari upaya mencapai penyelesaian politik atas konflik Palestina-Israel. (*)

TERKINI
PBB Tegaskan Solusi Dua Negara Sudah Final untuk Israel-Palestina Kevin De Bruyne Bantah Rumor Kepindahan dari Napoli BNPB Minta Pemda dan Masyarakat Tetap Pantau Wilayah Potensi Karhutla KPK Geledah Kantor BPN Kota Mojokerto Terkait Suap HGB Summarecon