Rabu, 23/09/2026 14:56 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat untuk tetap meningkatkan pemantauan dan kewaspadaan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, menegaskan pemantauan ketat secara berkesinambungan perlu terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi munculnya titik api baru akibat kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau.
"Dengan masih mendominasinya kejadian karhutla di sejumlah wilayah, kewaspadaan serta pemantauan perlu terus diperkuat pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi karhutla kembali terjadi," kata dia.
Berton memaparkan bahwa imbauan pemantauan tersebut menyusul terjadinya dua peristiwa karhutla di Jawa Tengah pada Selasa (22/9), yakni di Kabupaten Klaten yang menghanguskan 7,7 hektare lahan dan Kabupaten Pemalang yang melahap satu hektare lahan.
Kemenhut Evakuasi 100 Satwa dari Lokasi Karhutla, 8 Mati Termasuk Orangutan
Asap Kebakaran Hutan Lebih Berisiko bagi Jantung dan Paru-paru
Hotspot Karhutla Indonesia Naik Jadi 1.532 Titik, Sumsel Melonjak
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan di Kabupaten Klaten, kebakaran melanda empat desa di tiga kecamatan (Ngawen, Bayat, dan Ceper) pada pukul 12.40 WIB, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD, TNI, dan Polri.
Sementara di Kabupaten Pemalang, si jago merah membakar lahan di Desa Sima, Kecamatan Moga, pada pukul 15.00 WIB. Pemadaman cepat oleh gabungan petugas dan masyarakat berhasil mencegah api meluas ke area sekitar.
BNPB mengonfirmasi tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kedua insiden karhutla tersebut.
"Selain pemantauan oleh pemda, juga turut mengimbau masyarakat di wilayah kering untuk tidak melakukan aktivitas pemicu kebakaran, seperti membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar," kata Berton. (Ant)