Selasa, 22/09/2026 12:06 WIB
Seoul, Jurnas.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mendesak Amerika Serikat untuk merelaksasi sanksi ekonomi terhadap Korea Utara, sebagai imbalan atas kesepakatan pembekuan program senjata nuklir Pyongyang. Usulan tersebut disampaikan Lee dalam wawancaranya bersama The New York Times.
Dikutip dari Channel News Asia pada Selasa (22/9), Lee menilai bahwa penegakan sanksi saat ini sudah tidak lagi efektif untuk menahan laju pengembangan senjata Korea Utara.
"Saya menilai ada nilai strategis yang signifikan dalam kompromi antara pelonggaran sanksi, yang pada kenyataannya tidak terlalu efektif, dengan penghentian pengembangan senjata nuklir tambahan serta teknologi rudal balistik antarbenua," ujar Lee.
Dia menambahkan bahwa memaksakan target denuklirisasi total dalam situasi saat ini hanya akan berujung pada kegagalan diplomasi.
Presiden Korsel Tolak Permintaan Trump Kirim Militer ke Timur Tengah
Korea Selatan Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Aman di Tengah Tekanan AS
Menlu Korsel dan Iran Bahas Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
Menurut penilaian intelijen Korea Selatan, Korea Utara saat ini diperkirakan mampu atau sedang memproduksi 10 hingga 20 senjata nuklir tambahan setiap tahunnya. Lee memperingatkan bahwa pembiaran atas kebuntuan ini sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan.
"Begitu Korea Utara merasa telah mengumpulkan cukup banyak senjata nuklir dan rudal untuk menjamin kelangsungan rezimnya, mereka akan tergiur untuk mengekspornya demi meraih keuntungan finansial. Itu akan menjadi momen yang sangat berbahaya," kata Lee.
Sejalan dengan arah kebijakan baru, Seoul menggeser fokus diplomasinya dari prinsip mengutamakan denuklirisasi untuk memprioritaskan perdamaian, dengan menghormati sistem pemerintahan Pyongyang guna mencapai koeksistensi damai.
Kendati hubungan bilateral kedua negara masih membeku usai Kim Jong-un menghapus kebijakan reunifikasi dan menetapkan Korea Selatan sebagai negara musuh utama, Lee menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden AS Donald Trump untuk menggelar kembali KTT bersama Kim Jong-un. Visi perdamaian bertahap ini dijadwalkan bakal dipaparkan Lee dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pekan ini.