Selasa, 15/09/2026 19:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bulan Juli 2026 ini, Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$ 454,8 miliar atau setara Rp 8.048 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.695 per dolar AS, yang meningkat dibandingkan dengan Juni 2026 sebesar US$ 454,5 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan posisi ULN Indonesia pada Juli 2026 relatif stabil dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Posisi ULN Indonesia pada Juli 2026 tercatat sebesar US$ 454,8 miliar, relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada Juni 2026 sebesar US$ 454,5 miliar," ungkap Ramdan, Selasa (15/9/2026).
Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 4,9% year on year (yoy). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan ULN publik di tengah penurunan ULN swasta.
Tegas! Pramono Anung Minta TPS Ilegal di Kapuk Muara Segera Ditutup
DPR Bongkar Akar Konflik Agraria, Negara Dinilai Ikut Memicu Sengketa Tanah
KPK Tetapkan Anak Buah Nusron Wahid dan Bos Summarecon Tersangka Korupsi
Secara keseluruhan, Bank Indonesia mengungkapkan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Hal ini tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) yang tercatat sebesar 30,7% pada Juli 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang.
Denny menuturkan, dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.
"Indonesia akan terus mengoptimalkan peran ULN untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," tutupnya.
Keyword : Bank IndonesiaUtang Luar NegeriJuli 2026