Kamis, 10/09/2026 20:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - PT Buana Megatama Jaya (BMJ) menyerahkan lima unit mesin lengkap penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), guna mendukung penguatan mitigasi dan penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Bantuan diserahkan kepada Kodim 1203/Ketapang. Dukungan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara dunia usaha, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla di tingkat lokal.
Perwakilan PT Buana Megatama Jaya, Muryadi Usman, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap penguatan sarana dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi risiko karhutla.
“Pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui bantuan 5 unit mesin karhutla ini, kami berharap dapat ikut memperkuat kesiapsiagaan Kodim 1203/Ketapang, terutama dalam mendukung respons cepat apabila ditemukan potensi maupun kejadian kebakaran di lapangan,” kata Muryadi.
Hotspot Karhutla Kalbar Masih Tinggi, 53 Armada Udara Disiagakan
Karhutla Makin Masif, Legislator Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Khusus
Hotspot Karhutla Turun di Empat Provinsi, Kalimantan Tengah Malah Naik
Menurut dia, penguatan sarana perlu berjalan beriringan dengan koordinasi dan upaya pencegahan sejak dini. Sebab, karhutla bukan persoalan yang dapat ditangani oleh satu pihak saja.
"Dibutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah, TNI, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan sejak awal dan penanganan dapat dilakukan dengan cepat ketika diperlukan,” dia menambahkan.
PASI OPS Kodim 1203/Ketapang Kapten Inf. Andri Fitri menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Dia menyebut ketersediaan sarana penanggulangan kebakaran menjadi salah satu unsur penting dalam memperkuat kesiapan personel di lapangan.
“Tambahan lima unit mesin karhutla ini akan mendukung kesiapsiagaan kami dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Dalam penanganan karhutla, kecepatan respons sangat penting agar api dapat dikendalikan sejak awal sebelum meluas,” ujar Kapt Inf Andri Fitri.
Kepala Desa Air Hitam, Hj. Samsidi, mengatakan kolaborasi antara aparat, perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan karena masyarakat berada paling dekat dengan wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
“Bagi desa, yang paling penting adalah bagaimana potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Dukungan sarana kepada aparat tentu akan membantu memperkuat kesiapsiagaan dan memberikan dukungan lebih cepat apabila masyarakat membutuhkan bantuan,” kata Samsidi.
Penyerahan lima unit mesin karhutla tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas Kodim 1203/Ketapang dalam mendukung pencegahan, kesiapsiagaan, serta respons cepat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla serta meminimalkan risiko kebakaran meluas.