Selasa, 01/09/2026 08:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa serangan baru terhadap wilayahnya akan dibalas dengan respons yang jauh lebih berat.
Teheran juga memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak menyediakan wilayah, wilayah udara, maupun fasilitas yang digunakan untuk melancarkan serangan AS.
Peringatan tersebut disampaikan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dan Markas Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan bersama pada Senin (31/8).
Kedua lembaga militer itu menegaskan Iran menghormati kedaulatan negara-negara tetangga, tetapi tidak akan menoleransi agresi terhadap wilayahnya.
Iran Pastikan Serangan AS Tak Hentikan Produksi Minyak di Pulau Kharg
Iran Klaim Hantam 2 Pangkalan Udara AS di Yordania dengan Rudal Balistik
IRGC: Serangan AS di Pulau Larak Tewaskan Sejumlah Orang, Iran Siap Balas
Iran menyatakan Amerika Serikat masih menggunakan wilayah, ruang udara, dan fasilitas sejumlah negara di kawasan untuk menjalankan operasi militer terhadap Iran, meskipun sebelumnya telah memberikan peringatan.
“Setiap lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran akan menjadi sasaran,” demikian inti peringatan dalam pernyataan tersebut.
Teheran mengatakan serangan balasan yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dan Angkatan Darat Iran pada malam sebelumnya merupakan gambaran mengenai bagaimana Iran akan merespons serangan berikutnya.
Iran juga menyerukan agar AS meninggalkan kawasan tersebut. Dalam pernyataannya, militer Iran memperingatkan pihak yang membantu operasi militer AS bahwa IRGC dan Angkatan Darat akan bekerja bersama untuk menyerang sumber serangan dengan kekuatan besar.
“Jangan menguji” tekad angkatan bersenjata Iran lagi, demikian peringatan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut.
Peringatan Iran muncul setelah pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak, dekat Selat Hormuz, pada Minggu.
Media Iran melaporkan serangan tersebut menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya. Sebelumnya, IRGC menyebut serangan AS di Pulau Larak menewaskan dan melukai sejumlah personel serta warga sipil.
Washington disebut menargetkan sistem peluncur yang diduga sedang dipersiapkan untuk meluncurkan roket pembawa ranjau laut ke kawasan Selat Hormuz.
Serangan tersebut kemudian diikuti oleh pengumuman Iran mengenai serangan balasan terhadap lokasi yang digunakan pasukan AS di Yordania dan Uni Emirat Arab.
Perkembangan itu memperlihatkan meningkatnya kembali ketegangan militer antara Iran dan AS, terutama di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. (*)
Sumber: Anadolu